Breaking

Showing posts with label Sri Lanka. Show all posts
Showing posts with label Sri Lanka. Show all posts

Thursday, August 4, 2022

Thursday, August 04, 2022

Presiden Sebut Sri Lanka Dalam Bahaya Besar Jika Krisis Terus Berlarut-Larut

 

Ranil Wickremesinghe Yang Naik Ke Tampuk Kekuasaan Pada Juli Lalu, Pada Rabu (3/8) Mengatakan Jika Krisis Keuangan Telah Berubah Menjadi Krisis Politik Yang Serius.

NEGARATOTO  - Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyebut jika negaranya menghadapi bahaya besar jika krisis ekonomi yang kian memburuk terus berlanjut sampai akhir tahun. Krisis ekonomi telah memicu kurangnya bahan bakar yang meluas di negara itu.

Wickremesinghe pada Rabu (3/8) mengatakan jika krisis keuangan telah berubah menjadi krisis politik yang serius. Dia sendiri baru saja naik ke tampuk kekuasaan bulan lalu setelah pendahulunya Gotabaya Rajapaksa terpaksa meninggalkan negara itu dan mengundurkan diri setelah protes meluas yang berlangsung selama berbulan-bulan.

"Hari ini kita menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang belum pernah dihadapi negara kita dalam sejarah baru-baru ini," katanya saat membuka sesi baru parlemen. "Kita dalam bahaya besar."

Wickremesinghe mengatakan satu-satunya cara untuk keluar dari krisis adalah "jika kita semua menghadapi tantangan ini bersama-sama sebagai satu kesatuan," dan meminta semua pihak di parlemen untuk bergabung dengan inisiatifnya untuk "pemerintah persatuan".

Sri Lanka dianggap sebagai negara berpenghasilan menengah yang makmur sebelum mengalami gagal bayar untuk pertama kalinya atas utang luar negerinya sebesar 51 miliar dolar AS pada pertengahan April. Negara ini telah kehabisan devisa untuk membiayai impor.

Para pejabat memperkirakan negara itu sangat membutuhkan setidaknya 4 miliar untuk membawa barang-barang penting dan mengatasi kekurangan saat ini. Oleh sebab itu, Wickremesinghe telah memimpin pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional untuk mengamankan program bailout empat tahun.

Dia mengatakan kepada parlemen bahwa negosiasi sedang berlangsung. Di lain sisi, presiden juga berterima kasih kepada India karena memberikan jalur kredit untuk mengimpor bensin dan solar.

Wickremesinghe menambahkan, pemerintahnya sedang mempersiapkan peta jalan kebijakan nasional untuk 25 tahun ke depan yang bertujuan untuk memotong utang publik dan mengubah negara menjadi ekonomi ekspor yang kompetitif. "Jika kita membangun negara, bangsa dan ekonomi melalui kebijakan ekonomi nasional, kita akan dapat menjadi negara yang sepenuhnya maju pada tahun 2048," ujarnya, merujuk pada peringatan 100 tahun kemerdekaan.

Tuesday, July 19, 2022

Tuesday, July 19, 2022

Calon Presiden Sri Lanka Yang Didukung Oposisi Mendadak Mundur, Pemilihan Disebut Semakin Ketat

 

Di Tengah Krisis Ekonomi Yang Melanda Sri Lanka, Presiden Sebelumnya Yakni Gotabaya Rajapaksa Memutuskan Mengundurkan Diri. Kini Parlemen Pun Tengah Sibuk Menyiapkan Pemilihan

NEGARATOTO - Setelah Presiden Sri Lanka sebelumnya yakni Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri, parlemen pun menyiapkan pemilihan penggantinya. Diketahui ada tiga kandidat yang tengah bersaing untuk menjadi Presiden Sri Lanka berikutnya.

Salah satu calonnya adalah Penjabat Presiden Ranil Wickremesinghe. Melansir Al Jazeera, Wickremesinghe disebut akan menghadapi kandidat yang didukung oposisi Dullas Alahapperuma dan pemimpin partai Marxis Anura Kumara Dissanayake dalam pemungutan suara yang akan diadakan pada hari Rabu (20/7).

Hal tersebut diumumkan selama sesi singkat oleh parlemen pada Selasa (19/7). Akan tetapi, Sajith Premadasa yang sebelumnya didukung oleh oposisi sebagai kandidat mereka dan kemungkinan akan menjadi yang terdepan, secara mendadak menarik diri dari persaingan.

Keputusan mundur yang diambil oleh Premadasa itu lantas membuat pemilihan Presiden Sri Lanka menjadi semakin ketat. Sebagai informasi, sidang parlemen yang diadakan pada Selasa (19/7) itu digelar di tengah keamanan yang ketat, meski massa telah mengumumkan tidak akan mengganggu jalannya pertemuan untuk memilih presiden berikutnya.

Sementara itu, Alahapperuma adalah mantan menteri pendidikan dan anggota parlemen pembangkang dari Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) yang berkuasa, yang dikendalikan oleh klan Rajapaksa yang kuat tetapi sekarang tidak populer.

Selain itu, nama Alahapperuma yang disokong oleh GL Peiris, ketua SLPP, itu menunjukkan keretakan dalam koalisi yang berkuasa karena banyak legislator SLPP diyakini mendukung Wickremesinghe juga. Meski begitu, anggota parlemen SLPP Chandima Weerakkody mengatakan bahwa kelompoknya yang terdiri dari enam anggota parlemen akan memilih Alahapperuma.

Di sisi lain, nama Wickremesinghe diketahui diusulkan oleh pemimpin partai yang berkuasa di parlemen, Dinesh Gunawardena, yang kemungkinan akan menjadi perdana menteri jika penjabat presiden memenangkan kursi kepresidenan.

Sedangkan pemimpin sayap kiri Dissanayake dari Partai Kekuatan Rakyat Nasional adalah kandidat ketiga. Akan tetapi, mengingat partai hanya memiliki tiga anggota di parlemen, dia tidak mungkin menjadi penantang.

Melihat persaingan pemilihan Presiden Sri Lanka itu, analis menilai bahwa Wickremesinghe unggul dalam persaingan karena mayoritas legislator dari SLPP yang berkuasa mendukungnya. Namun para pemimpin protes dan telah mendesak oposisi untuk mengajukan kandidat bersatu untuk mengalahakan Wickremesinghe yang dinilai memiliki kedekatan dengan Rajapaksa.

Sunday, July 10, 2022

Sunday, July 10, 2022

Presiden Sri Lanka Bakal Mengundurkan Diri, Rakyat Pesta Kembang Api


Negaratoto - Massa berbondong-bondong mendatangi Ibu Kota Kolombo mendesak Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri setelah gelombang unjuk rasa akibat krisis ekonomi. Presiden Rajapaksa disebut bakal mengundurkan diri pada 13 Juli mendatang.

Dikutip dari BBC, Minggu (10/7/2022), Ketua Parlemen mengatakan Rajapaksa memutuskan untuk mengundurkan diri "untuk memastikan penyerahan kekuasaan secara damai" dan menyerukan publik untuk "menghormati hukum". Sementara PM Wickremesinghe juga telah setuju untuk mengundurkan diri.

Pengumuman Rajapaksa akan mengundurkan diri ini dirayakan oleh pesta kembang api di kota.

Setelah unjuk rasa besar-besaran pada hari Sabtu (9/7) waktu setempat itu, Amerika Serikat mendesak pemimpin Sri Lanka untuk bertindak tegas mengatasi krisis ekonomi.

Salah seorang pendemo, Fiona Sirmana, yang ikut menyerbu kediaman resmi Presiden Sri Lanka mengatakan itu adalah waktu "untuk menyingkirkan presiden dan perdana menteri dan era baru untuk Sri Lanka".

"Saya merasa sangat-sangat sedih karena mereka tidak mengundurkan diri lebih awal, karena jika mereka mundur lebih awal, tidak akan ada kehancuran," katanya kepada Reuters.


Puluhan orang terluka pada unjuk rasa hari Sabtu waktu setempat itu, dan juru bicara rumah sakit utama Kolombo mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tiga orang dirawat karena luka tembak.

Sri Lanka saat ini menderita inflasi dan berjuang untuk mengimpor makanan, bahan bakar dan obat-obatan di tengah krisis ekonomi terburuk di negara itu dalam 70 tahun terakhir.

Selain itu, Sri Lanka juga kehabisan mata uang asing dan harus memberlakukan larangan penjualan bensin dan solar untuk kendaraan. Larangan ini menyebabkan antrean bahan bakar berhari-hari.

Unjuk rasa yang luar biasa pada Sabtu itu tampaknya merupakan puncak dari berbulan-bulan protes damai di Sri Lanka.

Kerumunan besar mengepung kediaman resmi Presiden Rajapaksa, meneriakkan slogan-slogan dan mengibarkan bendera nasional sebelum menerobos barikade dan memasuki kompleks Istana.

Rekaman online menampilkan orang-orang memasuki istana dan mengusai kolam pribadi presiden, sementara yang lainnya membuka laci, mengambil barang-barang kepunyaan presiden dan menggunakan kamar mandi mewah presiden.

Perbedaan yang kontras antara fasilitas mewah di Istana dan berbulan-bulan kesulitan yang dialami oleh 22 juta orang di negara itu tidak hilang dari para pengunjuk rasa.

"Ketika seisi negeri berada di bawah tekanan seperti ini, orang-orang datang ke sini untuk melepaskan tekanan itu. Ketika Anda melihat kemewahan di rumah ini, jelas mereka tidak memiliki waktu bekerja untuk negara," kata Chanuka Jayasuriya kepada Reuters.

Monday, June 27, 2022

Monday, June 27, 2022

Sri Lanka Bangkrut, Gimana Nasib WNI di Sana?


Negaratoto - Ekonomi Sri Lanka sedang tidak baik-baik saja hingga dicap bangkrut. Negara berpenduduk 22 juta orang itu kekurangan komoditas makanan hingga bahan bakar minyak (BBM) karena tidak mampu melakukan impor.

Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) di Sri Lanka masih dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah krisis yang melanda negara di Asia Selatan itu.

"Terkait WNI di Sri Lanka, KBRI Kolombo terus berkomunikasi dan memastikan bahwa mereka masih dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah krisis ekonomi yang menyebabkan kelangkaan BBM, gas LPG, obat-obatan dan pangan," kata Dewi dalam keterangan resmi, Minggu (26/6/2022).

Berdasarkan datanya, saat ini terdapat sekitar 300 WNI yang berada di Sri Lanka dan pada umumnya mereka menikah dengan warga setempat. Sebagian sebagai profesional, maupun bekerja di sektor pariwisata.


"KBRI Kolombo dari waktu ke waktu terus memantau kondisi WNI yang jumlahnya berkisar 300 orang dan siaga membantu memenuhi kebutuhan pokok para WNI yang sangat membutuhkan," jelas Dewi.

Berbeda di Maladewa, terdapat sekitar 2.500 orang WNI yang sebagian besar merupakan pekerja migran Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor pariwisata. Di sana juga terdapat pekerja Indonesia di sektor infrastruktur serta WNI yang menikah dengan warga setempat.

Dewi berpesan agar masyarakat dan TKI yang berada di Sri Lanka dan Maladewa agar mengetahui aturan ketenagakerjaan dan ketentuan hukum yang berlaku selain memahami hak dan kewajibannya.

Menurutnya pentingnya nilai-nilai Pancasila demi menyongsong Indonesia maju 2030 dan generasi emas Indonesia 2045, implementasi prinsip-prinsip perlindungan WNI di luar negeri, dimensi hukum perdata Internasional dalam konteks perkawinan campur, layanan apostille terkait legalisasi dokumen, dan penempatan pekerja migran Indonesia secara aman, prosedural dan terlindungi.

"KBRI Kolombo bekerjasama dengan Pemerintah Pusat terus berupaya meningkatkan jumlah pekerja migran Indonesia mengingat terbuka peluang di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan dan infrastruktur selain sektor hospitaliti, pariwisata dan perhotelan," ujar Dewi.

Thursday, May 19, 2022

Thursday, May 19, 2022

Malangnya Kondisi Sri Lanka, Sampai Tak Punya Uang untuk Beli Bensin


Negaratoto - Pemerintah Sri Lanka meminta warganya untuk tidak mengantri bensin. Karena negara itu saat ini tidak memiliki uang untuk membayar pengiriman bahan bakar dari negara lain.

Keadaan Sri Lanka saat ini tengah diambang kegagalan tidak bisa membayar utang luar negerinya. Hal ini disebabkan krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 70 tahun akibat pandemi COVID-19, hingga kenaikan harga energi.

"Ada kapal bensin di perairan kita. Kami tidak memiliki forex," kata Menteri Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera, dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/5/2022).

Pemerintah menargetkan akan mengirimkan kapal bensin itu untuk memasok bahan bakar besok. Namun, hal itu tentu menambang utang negara. Utang sebelumnya yang belum terbayar demi memasok bensin US$ 53 juta.


Keadaan Sri Lanka ini memang tengah terpuruk. Negara kepulauan itu berada dalam kemerosotan ekonomi terburuk dalam sejarah kemerdekaannya. Masyarakat Sri Lanka bahkan belakangan kekurangan kebutuhan dasar mereka, mulai dari makanan hingga gas untuk memasak.

Inflasi negara itu tumbuh dengan cepat, harga kebutuhan masyarakat melonjak hampir 30% dan meluas ke kerusuhan sosial dan gejolak politik.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sempat mengatakan bahwa negara itu hanya memiliki stok bensin untuk satu hari dan pemerintah sedang bekerja untuk mendapatkan dolar di pasar terbuka agar bisa membayar tiga kapal membawa bahan bakar.

Untuk mengatasi masalah krisis ekonomi ini, pemerintah Sri Lanka kabarnya sedang berdiskusi dengan Bank Dunia agar bisa mendapatkan bantuan sebesar US$ 160 juta yang disediakan untuk kesejahteraan sosial, termasuk untuk membeli impor bahan bakar.

Wijesekera mengatakan kebutuhan bahan bakar Sri Lanka untuk Juni diperkirakan mencapai US$ 530 juta, dan pasokan bensin saat ini diprioritaskan untuk layanan penting seperti ambulans.

Wednesday, April 20, 2022

Wednesday, April 20, 2022

Polisi Tembakkan Peluru Tajam Bubarkan Demo di Sri Lanka, 1 Orang Tewas

Negaratoto - Polisi Sri Lanka menembakkan peluru tajam untuk membubarkan pengunjuk rasa. Peristiwa itu menyebabkan satu orang tewas dan melukai belasan lainnya.

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/4/2022), peristiwa itu terjadi ketika Sri Lanka sedang mencari bantuan keuangan cepat dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meredakan krisis ekonomi yang memburuk.

Demonstrasi telah berkecamuk di negara Asia Selatan berpenduduk 22 juta orang selama berminggu-minggu. Pendemo menyuarakan kemarahan terhadap kesalahan penanganan ekonomi oleh pemerintah yang telah menyebabkan kekurangan kebutuhan pokok dan pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Direktur Rumah Sakit Pendidikan Kegalle, Mihiri Priyangani, mengatakan setidaknya satu pengunjuk rasa tewas dan 12 terluka telah dirawat di rumah sakit. Ada dua orang dalam kondisi kritis setelah bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat kota Rambukkana.

"Kami menduga ada luka tembak, tapi perlu pemeriksaan post-mortem untuk memastikan penyebab pasti kematiannya," ujarnya.

Kericuhan meletus setelah polisi meminta pengunjuk rasa untuk menjauh dari jalur kereta api utama yang telah mereka blokir selama berjam-jam.


"Untuk mengendalikan situasi, polisi menembaki para pengunjuk rasa, yang melukai beberapa pengunjuk rasa," kata Juru bicara polisi Nalin Thalduwa.

"Beberapa polisi yang terluka juga dirawat di rumah sakit. Polisi masih di daerah itu dan berusaha memulihkan ketenangan," katanya, seraya menambahkan peluru tajam dan gas air mata telah digunakan untuk mengusir massa yang melempari batu dan benda-benda lain.

Analis telah menandai ketidakstabilan politik sebagai risiko serius karena Sri Lanka ingin merundingkan program pinjaman dari IMF dengan delegasi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Ali Sabry memulai pembicaraan formal di Washington pada hari Senin (18/4).

Pemerintah sedang mencari bantuan untuk membantu menambah cadangannya dan menarik pembiayaan untuk membayar impor penting bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Shamir Zavahir, seorang pembantu Sabry, mengatakan di Twitter bahwa Kolombo telah meminta pinjaman IMF di bawah jendela instrumen keuangan cepat (RFI), dimaksudkan untuk negara-negara yang membutuhkan dukungan neraca pembayaran yang mendesak. Tetapi pemberi pinjaman global pada awalnya tidak cenderung untuk mengabulkan permintaan tersebut.

"IMF kemudian memberi tahu Menteri Sabry bahwa India juga telah membuat perwakilan atas nama Sri Lanka untuk RFI," kata kementerian keuangan Sri Lanka dalam sebuah pernyataan.

"Telah dikomunikasikan bahwa IMF akan mempertimbangkan permintaan khusus yang dibuat meskipun berada di luar keadaan standar untuk penerbitan RFI," ujarnya.

Krisis keuangan muncul dari efek salah urus keuangan pemerintah, diperburuk oleh pandemi virus corona, dan kenaikan harga bahan bakar melemahkan cadangan devisa. Bahan bakar, listrik, makanan, dan obat-obatan hampir habis selama berminggu-minggu.

Sunday, April 3, 2022

Sunday, April 03, 2022

Tak hanya Lockdown, Sri Lanka Blokir Akses Medsos Usai Krisis

Negaratoto - Sri Lanka memblokir akses ke seluruh platform media sosial. Hal ini dilakukan setelah pemerintah memberlakukan lockdown nasional selama 36 jam untuk menahan protes atas krisis ekonomi yang memburuk di negara tersebut.

"Facebook, YouTube, Twitter, Instagram, dan WhatsApp termasuk di antara platform yang ditutup oleh penyedia layanan internet atas perintah otoritas pertahanan," kata saluran berita pro-pemerintah Ada Derana.

Dilansir AFP, Minggu (3/4/2022) Sri Lanka menghadapi kekurangan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya. Kenaikan harga bahan bakar dan pemadaman listrik makin mendorong negara itu dalam krisis paling mengerikan sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1948.

Pada Jumat (1/4) Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa memberlakukan keadaan darurat di negara tersebut, pasca warga menyerbu rumahnya di ibu kota Kolombo. Pemerintah juga memberlakukan lockdown selama 36 jam mulai Sabtu (2/4) sore hingga Senin (4/4) pagi waktu setempat.

Tagar #GoHomeRajapaksas dan #GotaGoHome selama beberapa hari trending di Twitter dan Facebook Sri Lanka. Tagar itu seakan mendukung perlawanan warga akan kekurangan bahan pokok, kenaikan harga bahan bakar hingga pemadaman listrik yang melumpuhkan Sri Lanka, yang paling parah sejak negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1948.


Polisi mengatakan seorang aktivis media sosial ditangkap pada hari Jumat karena diduga memposting materi yang dapat menyebabkan keresahan publik.

Para duta besar negara-negara Barat di Kolombo telah menyatakan keprihatinannya atas penggunaan undang-undang darurat untuk meredam perbedaan pendapat demokratis dan mengatakan mereka memantau perkembangan di Sri Lanka.

Sementara itu, pasukan bersenjata telah dikerahkan di seluruh negeri untuk menjaga ketertiban.

Demo yang terjadi menandai perubahan besar pada popularitas Presiden Rajapaksa, yang meraih kekuasaan dengan kemenangan mayoritas pada Pemilu 2019. Dia saat itu menjanjikan stabilitas dan "pemerintahan yang kuat" untuk memerintah negara.

Para pengkritik menyalahkan korupsi dan nepotisme sebagai alasan utama atas situasi yang dihadapi negara itu. Apalagi saudara-saudara lelaki dan keponakan presiden menempati beberapa kementerian utama.

Warga bertambah marah saat muncul sejumlah kabar bahwa presiden dan para menteri dikecualikan dari pemadaman listrik dan para anggota keluarga mereka masih saja pamer kekayaan.

Pemerintah selama ini menyatakan krisis terjadi akibat pandemi Covid-19 telah menghantam sektor pariwisata, salah satu sumber utama pendapatan Sri Lanka.

Selain itu, serangkaian serangan terhadap gereja-gereja pada Minggu Paskah 2019 lalu, yang menyebabkan penurunan tajam pada jumlah wisatawan, juga dituding sebagai penyebab lainnya. Namun, para ahli mengatakan krisis ini sudah terjadi sejak lama.