Breaking

Showing posts with label Series. Show all posts
Showing posts with label Series. Show all posts

Wednesday, July 6, 2022

Wednesday, July 06, 2022

Stranger Things Bawa Master of Puppets dari Metallica ke Puncak Tangga Lagu


Negaratoto - Stranger Things kembali membawa soundtracknya memuncaki tangga lagu musik. Kali ini Master of Puppets milik band Metallica.

Lagu Master of Puppets yang dirilis pada 1986 menjadi salah satu lagu yang paling sering diputar di Inggris dan Amerika Serikat saat ini.

Sebagai informasi, lagu tersebut menjadi salah satu backsound dalam Stranger Things musim keempat volume 2 yang dirilis di Netflix pada Jumat, 1 Juli 2022.

Master of Puppets diputar saat Eddie Munson, diperankan Joseph Quinn, bermain gitar di dunia paralel Upside Down untuk mengalihkan perhatian kelelawar mematikan yang melindungi rumah Vecna.

Pada Senin, 4 Juli 2022, Master of Puppets, berada di nomor 12 di tangga lagu Top 50 Amerika Serikat Spotify dan nomor 26 di Global Top 50 platform tersebut.


Bassist Metallica, Robert Trujillo, mengungkapkan bahwa putranya, Tye Trujillo yang berusia 17 tahun ini menjadi additional guitar Master of Puppets yang dibuat khusus untuk Stranger Things musim 4 volume 2.

"Otu anakku! Bangga padamu, Tye!" tulis Robert Trujillo melalui keterangan tertulis Instagram-nya.

Robert Trujillo juga mengucapkan terima kasih kepada Kirk Hammett. Gitaris utama Metallica itu juga terlibat untuk mengadaptasi karya tersebut dalam serial ini.

Untuk diketahui, Robert Trujillo belum menjadi bassist Metallica saat lagu Master of Puppets pertama kali dirilis.

Sebab, formasi bassist saat itu masih diisi oleh Cliff Burton sebelum ia meninggal dunia secara tragis di usia 24 tahun dalam insiden kecelakaan bus di Swedia pada 27 September 1986.

Tuesday, June 7, 2022

Tuesday, June 07, 2022

Ini Jadwal Rilis Resident Evil 4 Remake di PS5, Xbox, dan PC


Negaratoto - Capcom baru-baru ini mengungkapkan, bahwa game klasik besutannya, yakni Resident Evil 4 versi Remake, hadir pada tanggal 23 Maret 2023. Game itu akan menyambangi gamer di PS5, Xbox Series X/S dan PC.

"Kali ini, game sedang dikembangkan agar mencapai kualitas mutakhir, untuk survival horor yang cocok pada tahun 2023, sambil mempertahankan esensi dari game aslinya," tulis Edvin Edso, Promotion Producer Capcom, dikutip dari PlayStation Blog, Senin (6/6/2022).

Edso menyampaikan, pihaknya bertujuan untuk membuat game tetap familiar bagi para penggemarnya. Sembari memberikan nuansa segar, dengan tetap mempertahankan alur cerita, meningkatkan grafis dan memperbarui kontrol sesuai dengan standar terbaru.

Resident Evil 4 sendiri merupakan game survival horor dengan misi utama menyelamatkan hidup seseorang. Menggunakan latar waktu enam tahun, setelah bencana biologis di Racoon City.


Leon S Kennedy, salah satu orang yang selamat dari insiden tersebut, direkrut menjadi agen khusus. Dengan pengalamannya, Leon diberikan misi dalam upaya membawa kembali putri presiden Amerika Serikat yang telah diculik.

Setelah melakukan pelacakan, ia pun mendapati sebuah desa terpencil di Eropa. Hanya saja, dirinya mendapati ada sesuatu yang berbeda dan salah terjadi kepada para penduduk setempat.

Selain pengumuman terkait peluncuran versi remake seri keempat, kabar selanjutnya mengarah kepada serial anyar, yakni Resident Evil Village. Di mana Capcom mengungkapkan, pertarungan melawan vampir seksi Lady Dimitrescu nantinya bisa dinikmati melalui PSVR2.

"Cobalah menggunakan kedua tangan kalian. Di mana Ethan akan melakukan hal yang serupa seperti yang kalian lakukan. Kalian mengangkat pistol, Ethan pun demikian. Pemain juga bisa menembakkan pistol, sembari memegang pisau atau senapan dengan tangan satunya. Hal ini dapat meningkatkan kualitas bermain," ujar Capcom.

Monday, May 30, 2022

Monday, May 30, 2022

Stranger Things Season 4 Volume 1: Lebih Besar, Megah, dan Menyenangkan


Negaratoto - Ada alasan kenapa Stranger Things menjadi produk Netflix yang paling disayangi. Ia berhasil menggabungkan dua hal yang menjadi mata uang di industri perfilman zaman sekarang. Ia adalah sebuah produk original tapi pada saat yang bersamaan ia menarik pasar dengan unsur nostalgia yang begitu memikat.

Idenya gila tapi tidak terlalu stange. Apa yang ditawarkan lumayan membuat penonton terkejut tapi tidak terlalu out of the box untuk membuat orang kebingungan. Singkatnya, Stranger Things mempunyai formula yang begitu paten, begitu jitu sehingga siapapun bisa menikmati serial ini bahkan kalau mereka tidak begitu tertarik dengan cerita misteri, sci-fi atau bahkan cerita keluarga. Ada banyak hal dalam Stranger Things yang bisa dinikmati oleh semua orang. Dan sejauh ini, The Duffer Brothers sebagai kreator lumayan berhasil untuk menjaga kualitas serialnya (kecuali mungkin musim keduanya yang agak membosankan) sehingga Stranger Things tetap dinanti-nanti.

Di musim keempatnya, Stranger Things tampil lebih megah dari yang sudah-sudah. Anda bisa menebak ini dari bagaimana cara Netflix merilis serial ini. Dengan total sembilan episode, Stranger Things dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama jumlahnya tujuh episode dan sisa duanya akan dirilis awal bulan Juli nanti. Selain itu, durasi episodenya juga jauh lebih 'serius' daripada sebelum-sebelumnya. Hampir semua episode Stranger Things musim keempat ini berakhir di atas enam puluh menit. Rasanya memang seperti menonton film dan bukannya serial. Dengan ensemble cast yang kompleks dan semuanya mendapatkan jatah cerita sendiri-sendiri, tidak mengherankan jika Stranger Things butuh waktu untuk menceritakan semuanya.

Musim keempat Stranger Things langsung melanjutkan ending musim sebelumnya yang berakhir dengan nada sendu. Eleven (Millie Bobby Brown) yang sekarang menggunakan nama Jane di kota barunya, berusaha keras untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya meskipun hal ini sungguh sangat berat. Will (Noah Schnapp) bukannya tidak membantu. Tapi agak susah juga untuk membantu Eleven untuk terlihat normal kalau Will sendiri juga melebur di keramaian.


Sementara itu di Hawkins, Dustin (Gaten Matarazzo) dan Mike (Finn Wolfhard) bergabung dengan senior-senior untuk bermain game dalam sebuah klub yang diberi nama The Hellfire. Diketuai oleh Eddie (Joseph Quinn, karakter baru yang langsung mencuri perhatian dan langsung nge-blend dari awal kemunculannya) yang merupakan seorang penjual narkoba amatiran, grup ini bersenang-senang ketika semua orang menonton pertandingan basket. Kemanakah Lucas (Caleb McLaughlin)? Dia sibuk menjadi cowok populer dan hubungannya dengan Mike dan Dustin mulai menjauh. Max (Sadie Sink) juga tidak lagi nongkrong dengan Dustin dan Mike karena sesungguhnya dia masih berduka dengan kematian saudaranya di akhir musim ketiga Stranger Things.

Sementara Jonathan (Charlie Heaton) sekarang lagi sibuk nongkrong dengan Argyle (Eduardo Franco) yang merupakan penggemar ganja, Nancy (Natalia Dyer) sibuk menjadi repoerter. Steve (Joe Keery) dan Robin (Maya Hawke) masih nongkrong bareng dan sibuk dengan urusan remaja dan percintaan mereka. Sementara itu Joyce (Winona Ryder) mendapatkan informasi kalau Jim (David Harbour) bisa jadi masih hidup dan sekarang ada di Rusia. Semua orang yang sibuk dengan masalahnya ini kemudian akan bersatu ketika mereka tahu bahwa sekali lagi Hawkins dalam bahaya.

Dari semua hal yang ada dalam Stranger Things (dan percayalah, musim keempat ini sangat sibuk dengan banyak hal), yang membuat musim keempat ini agak kurang cuman satu: plot Joyce menyelamatkan Jim. Selain itu, semuanya sempurna. Meskipun plot Joyce menyelamatkan Jim tidak semembosankan itu karena The Duffer Brothers membumbuinya dengan berbagai adegan dramatis, vibe mata-mata dan semua kelucuan yang ada tapi tetap saja bagian mereka terasa sangat terpisah sekali dengan semua keramaian yang ada di Hawkins (dan juga plot cerita Eleven).

Durasi per episodenya memang sangat berat (yang membuatnya lebih nikmat kalau ditonton sehari per-episode daripada di-binge langsung) tapi durasi yang sangat banyak tersebut dimanfaatkan yang baik oleh penulisnya karena musim keempat Stranger Things ini kita bisa mendapatkan semua cerita karakternya dengan adil. Dari momen kocak sampai momen dramatis yang terasa agak getir, semuanya ditampilkan tanpa basa-basi di sini.

Yang mungkin patut dirayakan dalam musim keempat Stranger Things ini adalah bagaimana The Duffer Brothers tidak takut-takut untuk menggambarkan persahabatan yang terasa nyata. Hubungan pertemanan antara bocah-bocah akan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kita semua tumbuh dewasa dan tidak jarang kita akan menyukai atau membenci sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang dulu menjadi benang merah di antara kita mungkin sudah hilang. Dan itulah yang menjadi pembukaan yang manis dalam Stranger Things musim keempat. Anak-anak ini bukanlah bocah lagi. Mereka sudah remaja.

Mereka mempunyai masalah yang berbeda-beda. Kalau yang satu sekolah saja bisa mulai renggang, bagaimana dengan Mike dan Eleven yang terpisahkan dengan jarak? Tapi seperti halnya renggangnya sebuah hubungan, waktu juga membuat kita menemukan hal-hal baru yang menarik seperti teman baru dan persepktif baru akan hal. Menyenangkan sekali melihat Stranger Things musim keempat mengenalkan karakter-karakter barunya. Tidak hanya mereka membuat dunia Stranger Things menjadi kaya tapi mereka juga memperluas cakrawala karakter-karakter yang sudah ada.

Tentu saja daya tarik utama Stranger Things bukan di drama. Anda menonton Stranger Things untuk melihat anak-anak ini berpetualang. Siapa yang akan selamat, siapa yang akan mati dan bagaimana kabar Upside Down kali ini. Kalau musim ketiganya merupakan sebuah body horror dengan gambar-gambar yang tidak menyenangkan karena terlihat sangat menjijikkan, musim keempat Stranger Things ini adalah sebuah slasher dengan Nightmare on Elm Street sebagai referensi utamanya. Kalau menurut Anda Demogorgon menurut Anda sudah menyeramkan, tunggu sampai Anda melihat Vecna.

Seperti yang saya jelaskan di awal, The Duffer Brothers tahu sekali bagaimana mempersembahkan sesuatu yang fresh tapi terasa nostalgic pada saat yang bersamaan. Vecna menyerang korbannya dalam keadaan tidak sadar (sangat Freddy Krueger) dan terornya sangat menyeramkan. Salah satu highlight dari teror Vecna ada di episode empat berjudul Dear Billy. Tidak hanya kita mendapatkan sebuah momen lembut yang lumayan dramatis, terornya juga sangat menjelaskan kenapa Stranger Things selalu ditunggu.

Dengan jeda yang lumayan lama dari musim sebelumnya, musim keempat Stranger Things sama sekali tidak mengecewakan dari segi presentasi karena audio visualnya sangat megah. Musiknya sangat mendukung suasana dan gambarnya sungguh memukau. Kabarnya Netflix mengeluarkan bujet sampai 30 juta per episode untuk musim keempat Stranger Things ini dan hasilnya memang menjelaskan kemegahan itu. Ditonton di layar TV yang besar serial ini ada alasan kenapa Netflix merilisnya di musim panas.

Saya yakin banyak orang yang kecewa karena Netflix sengaja memotong musim keempat Stranger Things ketika dia lagi seru-serunya. Saya tidak kecewa sama sekali. Ini justru membuat saya semakin penasaran dengan dua episode terakhir musim keempat Stranger Things. Diakhiri dengan sebuah plot twist yang menggigit, Stranger Things adalah blockbuster yang layak ditunggu-tunggu.

Tuesday, May 3, 2022

Tuesday, May 03, 2022

Review Russian Doll Season 2: Perjalanan Lintas Waktu yang Personal


Negaratoto - Russian Doll, sebuah serial komedi karya Natasha Lyonne, Leslye Headland, dan Amy Poehler rilis pertama kali tahun 2019 silam. Ini merupakan sebuah sajian komedi yang aneh. Humornya bukan jenis humor yang akan bisa diterima oleh kebanyakan orang. Tapi kalau Anda menikmati humornya yang sangat kering, Anda akan sangat mencintai serial ini. Salah satu hal yang paling Saya sangat kagumi dari Russian Doll adalah bagaimana ia menggunakan sebuah konsep yang akhir-akhir ini menjadi sangat populer (time-loop) untuk menceritakan sesuatu yang nyata, sesuatu yang penting.

Seperti halnya musim pertama yang lebih enak kalau dinikmati tanpa tahu cerita dan apa-apanya, musim kedua Russian Doll menceritakan apa yang terjadi kalau Anda sudah berhasil keluar dari time-loop menyebalkan yang Nadia (Natasha Lyonne) alami di musim pertamanya. Setelah dia mati berulang-ulang di hari ulang tahunnya yang ke-36, Nadia akhirnya bertemu dengan Alan (Charlie Barnett) yang membuatnya sedikit agak lega karena itu artinya dia bukan satu-satunya orang yang dikutuk.

Kemudian Nadia menemukan "sesuatu yang lebih buruk dari kematian". Dia menemukan perjalanan kereta bawah tanah yang membuatnya bingung setengah mati. Ketika dia naik subway, dia terkejut saat menemukan dirinya sampai di tempat tujuan tapi bertahun-tahun sebelumnya. Lebih tepatnya Nadia menemukan dirinya ada di New York tahun 1982. Seolah-olah ini hanya ujung dari kejutan yang akan dia temui hari itu, Nadia tersadar bahwa dia ada di New York tahun 1982 dan berada di tubuh ibunya ketika sedang mengandung dirinya sendiri.


Russian Doll tahu benar bahwa kemudi serial ini adalah Nadia. Setelah musim pertamanya kita diperkenalkan dengan karakternya dengan sangat baik, tidak mengherankan penulis serial ini memutuskan untuk mengeksplor hal lain tentang Nadia di musim keduanya. Di musim lalu kita mengenal Nadia sebagai sosok orang bodo amat yang penuh dengan trauma berkepanjangan, hampir semuanya berhubungan dengan ibunya. Memutuskan untuk membuat Nadia langsung punya koneksi (dan juga kendali) atas trauma tersebut membuat musim kedua Russian Doll terasa sangat menggelegar meskipun rasa serunya agak jauh berkurang jika dibandingkan dengan musim pertamanya.

Tentu saja musim kedua Russian Doll tidak akan semenohok ini kalau Lyonne tidak memerankan Nadia dengan sangat baik. Sekali lagi dia mengambil mikrofon dan berdiri di spotlight dengan sangat effortless. Anda bisa melihat apa yang sedang ia pikirkan hanya lewat ekspresi mukanya yang kaya. Bagaimana dia berusaha keras untuk memperbaiki masa lalu agar masa kininya menjadi baik ditampilkan dengan begitu meyakinkan.

Tapi Lyonne kali ini tidak sendirian untuk menjadi pemeran utama. Karena plot-nya yang memang membahas masa lalu, Chloe Sevigny yang kebagian jatah berperan sebagai ibu Nadia juga berbagi panggung dengan Lyonne dengan sangat baik. Chemistry mereka benar-benar luar biasa. Di akhir perjalanan, Anda mungkin akan menemukan diri Anda terharu dengan usaha Nadia sepanjang tujuh episode.

Meskipun musim kedua ini tidak "seseru" musim pertamanya, tapi musim kedua Russian Doll ini tetap gila dan kreatif seperti musim pertamanya yang menggunakan konsep time-loop dengan brilian. Di musim keduanya, Russian Doll tetap makin menggila begitu Anda loncat ke episode berikutnya dan begitu Anda sampai di episode terakhir, penonton hanya akan bisa menganga. Pembuat Russian Doll berhasil tidak hanya melengkapi potongan teka-teki soal masa lalu Nadia dengan baik tapi mereka berhasil membuat kisah tentang trauma, rasa berkabung dan nasib dengan begitu indah tapi tidak pernah malu-malu untuk menunjukkan realitanya.

Estetik Russian Doll musim kedua juga upgrade karena sekarang mereka bermain-main dengan waktu. Tidak hanya lokasinya sekarang jauh lebih beragam, tapi kita juga melihat kostum-kostum yang sungguh berbeda dengan visual yang jelas-jelas terinspirasi dari film-film 1970an yang cakep-cakep. Ditambah dengan soundtrack yang begitu keren, musim kedua Russian Doll adalah sebuah tontonan yang tidak bisa Anda lewatkan. Dengan ending yang begitu bikin penasaran, saya hanya bisa berharap agar Netflix segera mengumumkan kapan musim ketiganya akan tayang. Karena untuk saat ini, urusan Nadia masih belum selesai.