Breaking

Showing posts with label S-300. Show all posts
Showing posts with label S-300. Show all posts

Thursday, April 14, 2022

Thursday, April 14, 2022

Sangarnya Rudal Anti Pesawat S-300 yang Dihancurkan Rusia

Negaratoto - Ukraina mendapatkan bantuan sistem pertahanan udara anti pesawat S-300 dari negara di Eropa. Namun belum-belum, Rusia mengklaim sudah berhasil menghancurkan empat launcher atau peluncur rudal tersebut.

Kemenhan Rusia menyebut rudal Kalibr yang diluncurkan dari lautan telah menghancurkan empat peluncur S-300 yang disembunyikan di dalam hanggar di pinggir Kota Dnipro, Ukraina. Ada 25 tentara Ukraina terkena serangan itu.

Rusia tak menyebut negara Eropa yang mana yang memasok S-300 itu. Namun, Slovakia yang pada akhir pekan mengumumkan pengiriman S-300 miliknya ke Ukraina, membantah bahwa pasokannya dihancurkan Rusia. Slovakia menyebut laporan itu adalah kebohongan Rusia.

Nah, bagaimana seluk beluk rudal S-300 ini? S-300 sebenarnya berasal dari Rusia, tepatnya dibuat di masa Uni Soviet. Produsennya adalah NPO Almaz yang berbasis di Rusia dan rudal ini sudah dioperasikan sejak tahun 1978.

Rudal S-300 ini ditujukan untuk menembak pesawat tempur ataupun rudal lain, dan punya daya jangkau yang jauh, tergantung jenisnya. Misalnya, rudal jenis 48N6 mampu menembak target bergerak sampai maksimal sejauh 150 kilometer.

Dalam perkembangannya, banyak negara yang membeli dan memiliki rudal itu, seperti Belarusia, China, Slovakia, Iran, Vietnam, Mesir, India, Bulgaria sampai Yunani. Rusia punya paling banyak, sekitar 1.900 unit di tahun 2000.


Seperti dikutip detikINET dari Missile Threat, Kamis (14/4/2022) Amerika Serikat pernah membeli komponennya pada tahun 1994 dari Belarusia dan di 1995, mereka membeli beberapa rudal S-300 untuk keperluan uji coba.

Pada 2016, rudal S-300P sudah tidak diproduksi, namun permintaan ekspor tetap ada dan dipenuhi dengan model daur ulang. Rusia juga menempatkannya di Crimea sejak pendudukannya di wilayah itu tahun 2014. Kabarnya, ada juga yang ditempatkan di Suriah.

Cara Kerja Rudal S-300

Dapat bertahan sampai 40 tahun, S-300 sudah dikembangkan sampai sekitar 20 varian. Pada dasarnya, sistemnya terdiri dari peluncur yang diletakkan di atas truk dan bisa membawa sampai 4 rudal.

Batalion lengkap terdiri dari enam kendaraan peluncur dengan total 24 rudal, ditambah dengan kendaraan komando serta radar deteksi jarak jauh. Dua rudal dapat ditembakkan sekaligus sekali waktu secara vertikal.

Lantas bagaimana cara kerja teknologinya? Pertama-tama, radar pengintai jarak jauh melacak obyek sampai 300 kilometer dan mengirimkan informasinya ke kendaraan komando, yang kemudian memeriksa target potensial.

Target kemudian diidentifikasi, dan kendaraan komando mengirimkan data ke kendaraan peluncur S-300 yang lokasinya dipandang paling baik untuk menembak. Barulah kemudian diluncurkan dua rudal yang menyasar target. Radar memandu rudal itu menuju ke targetnya dan bisa memandu sampai 12 rudal secara simultan.

Sistemnya itu bekerja secara otomatis sepenuhnya, walaupun mungkin juga dilakukan observasi dan operasi secara manual. Dengan berbagai kelebihannya itu, S-300 pun dipandang sebagai salah satu pertahanan udara yang paling efektif.

Saturday, April 9, 2022

Saturday, April 09, 2022

Pertama Kali, Slovakia Kirimkan Sistem Pertahanan Udara S-300 ke Ukraina


Negaratoto - Perdana Menteri (PM) Slovakia Eduard Heger mengumumkan negaranya telah mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 miliknya kepada Ukraina yang tengah diinvasi Rusia. Namun PM Heger menegaskan pengiriman itu tidak berarti Slovakia bergabung dalam konflik dengan Rusia.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Republik Slovak telah menyumbangkan sistem pertahanan udara S-300 ke Ukraina, menyusul permintaan bantuan dari Ukraina," sebut PM Heger dalam pernyataan via Facebook, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/4/2022).

"Sumbangan sistem ini tidak berarti bahwa Republik Slovak telah menjadi bagian dari konflik bersenjata di Ukraina," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa Slovakia memberikan sistem pertahanan ini 'untuk Ukraina dan warganya yang tidak bersalah'.

"Meyakini bahwa sistem ini akan membantu menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin warga Ukraina yang tidak bersalah," ucap PM Heger dalam pernyataannya.

Bulan lalu, Slovakia menyatakan akan memberikan sistem rudal antipesawat buatan Rusia kepada Ukraina, hanya dengan syarat pihaknya akan menerima gantinya untuk menghindari celah keamanan NATO. Diketahui bahwa Slovakia merupakan salah satu negara anggota aliansi keamanan NATO.

Pada Jumat (8/4) waktu setempat, Menteri Pertahanan Slovakia Jaroslav Nad mengatakan bahwa sistem pertahanan udara yang 'tidak terpakai' akan digantikan oleh baterai Patriot dalam 'penguatan yang jelas untuk pertahanan Slovakia'.

Atau dengan kata lain, seperti dilansir BBC, Slovakia akan menerima sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) -- juga jenis rudal darat-ke-udara -- dari sesama anggota NATO seperti Jerman dan Belanda, juga dari AS sendiri, untuk menggantikan sistem rudal S-300 yang disumbangkan ke Ukraina.

"Baterai sistem Patriot keempat akan tiba di Slovakia pekan depan. Dua disediakan oleh Jerman dan satu oleh Belanda, yang keempat oleh sekutu kita Amerika," tuturnya via Facebook. "Kami telah mengirimkan sistem S-300 yang tidak terpakai dengan selamat ke Ukraina," tegas Nad.

Pengiriman sistem rudal darat-ke-udara oleh Slovakia ini dimaksudkan untuk meningkatkan pertahanan udara Ukraina dari serangan-serangan Rusia. Reuters menyebut pengiriman ini menjadi yang pertama diketahui secara publik soal sebuah negara mengirimkan sistem pertahanan udara kepada Ukraina sejak Rusia menginvasi pada akhir Februari lalu.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden dalam pernyataan terpisah berterima kasih kepada Slovakia atas sumbangan sistem pertahanan udara ke Ukraina. Biden menegaskan AS akan menempatkan sistem rudal Patriot buatannya di Slovakia untuk menggantikannya.

"Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah Slovakia untuk menyediakan sistem pertahanan udara S-300 kepada Ukraina, sesuatu yang disampaikan Presiden (Ukraina Volodymyr) Zelensky secara pribadi kepada saya dalam percakapan kami. Amerika Serikat menempatkan prioritas tertinggi dalam memberikan kemampuan militer penting ke Ukraina sehingga bisa mempertahankan diri dari agresi Rusia," tegas Biden dalam pernyataannya.