Breaking

Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Sunday, July 2, 2023

Sunday, July 02, 2023

Bak Perhiasan Mewah, Ini Planet Tercantik di Galaksi Bima Sakti

 

NEGARATOTO Saturnus merupakan planet kedua terbesar di tata surya. Saturnus adalah planet gas yang terdiri dari hidrogen dan helium.

Saturnus membutuhkan waktu 29,5 tahun untuk mengelilingi matahari. Namun satu kali rotasi Saturnus hanya selama 10,5 jam, yang artinya satu hari di Saturnus lebih cepat dibandingkan satu hari di Bumi.

Dari delapan planet di tata surya, ternyata Saturnus disebut sebagai yang tercantik. Dikutip dari liputan6.com, Saturnus disebut sebagai planet tercantik karena ada cincin yang mengelilinginya.

Melansir nationworldnews.com, Saturnus pertama kali ditemukan oleh Galileo pada tahun 1610. Pada tahun tersebut, Galileo belum menemukan dengan teleskop biasa bahwa planet tersebut memiliki cincin, namun ia sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda dari planet Saturnus.

Galileo menggambarkan sesuatu tersebut sebagai tangan atau pegangan. Kemudian pada tahun 1655, astronom asal Belanda Christiaan Huygens mengamati Saturnus dengan teleskop yang lebih canggih, dan ditemukan bahwa lengan yang disebutkan Galileo adalah cincin tipis dan datar.

Cincin pada Saturnus merupakan suatu hal yang paling unik dari planet ini. Cincin Saturnus merupakan hasil dari atmosfer yang bergerak sangat cepat. Kecepatan angin di Saturnus di mencapai 1.800km per jam.

Cincin Saturnus terbuat dari berbagai komposisi yang berbeda, seperti partikel es dan batu. Ukuran dari partikel tersebut juga bervariasi, mulai dari yang hanya sebesar sebutir pasir hingga sebesar rumah. Para ahli menganggap partikel-partikel tersebut berasal dari sisa-sisa komet, asteroid, atau bulan.

Sebuah studi tahun 2016 juga mengatakan, partikel tersebut adalah bagian dari planet kerdil. Diameter terbesar dari cincin Saturnus yaitu 7.000 kali lebih besar dari planet itu sendiri.

Saturday, April 8, 2023

Saturday, April 08, 2023

Penelitian Ungkap Bahwa Kejantanan Pria Masa Kini Lebih Besar Dibanding Masa Lalu

NEGARATOTO Selama ini, telah banyak penelitian yang membahas mengenai penurunan kondisi kesuburan pada pria, terutama pada konteks kehidupan modern. Diketahui bahwa selama beberapa dekade ini, jumlah sperma serta tingkat testosteron pria telah menurun dibanding sebelumnya.

Di tengah trend penurunan kesuburan pria tersebut, siapa sangka bahwa ternyata terjadi peningkatan pada kejantanan atau penis pria. Dilansir dari Everyday Health, penelitian terbaru mengungkap bahwa dibanding beberapa tahun lalu, penis pria saat ini lebih besar.

Temuan ini diperoleh oleh Michael L. Eisenberg, MD, direktur pengobatan dan bedah reproduksi pria dan profesor bidang urologi dari Stanford University School of Medicine California. Hasil temuan diperoleh berdasar analisis ukuran penis dari 75 penelitian yang dilakukan antara tahun 1942 hingga 2021. Dari sejumlah penelitian tersebut, terdapat data anatomi lebih dari 55.000 pria dengan usia 18 hingga 86 tahun.

Dari konteks penelitian yang menemukan penurunan jumlah sperma dan tingkat testosteron, diketahui bahwa terdapat temuan yang mengejutkan.

"Kami menduga bahwa akan menemukan trend penurunan yang serupa ketika kami memeriksa panjang penis," terang Dr. Eisenberg.

"Namun ternyata kami malah menemui hal sebaliknya," sambungnya.

Hasil penelitian tersebut menemukan peningkatan panjang rata-rata ereksi pria hingga 24 persen di antara tahun 1992 hingga 2021. Dalam rentang waktu 29 tahun ini diketahui terdapat peningkatan ukuran rata-rata dari yang sebelumnya 4,8 inci atau 12 cm menjadi 6 inci atau 15 cm. Perhitungan ini diperoleh berdasar hasil 20 penelitian yang merekam ukuran lebih dari 18 ribu pria.

Tim peneliti mengungkap bahwa terjadi peningkatan ukurang penis secara signifikan seiring waktu pada sejumlah bagian tertentu dunia. Hal ini terjadi pada lintas kelompok usia pria.

Faktor Lingkungan

"Sistem reproduksi kita merupakan salah satu bagian paling penting pada biologi manusia. Jika kita menemukan perubahan ini dengan begitu cepat, hal ini berarti bahwa sesuatu yang besar sedang dialami tubuh kita," terang Eisenberg.

"Kita harus mengonfirmasi temuan ini dan jika memang terbukti, kita harus menentukan penyebab perubahan ini," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa sejumlah faktor lingkungan mungkin mempengaruhi kondisi ini seperti paparan zat kimia pengganggu hormon di lingkungan sekitar. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa paparan zat kimia bisa membuat anak laki-laki maupun perempuan mengalami pubertas lebih awal dan memengaruhi perkembangan genital.

Diungkap bahwa penelitian menemukan hubungan antara pubertas lebih awal dengan meningkatnya obesitas dan gaya hidup kurang gerak. Hal ini juga bisa menjadi penyebab dari sejumlah perubahan yang muncul pada diri seseorang.

Butuh penelitian lebih lanjut untuk temuan dari Eisenberg ini. Perlu dilihat apakah terdapat hal yang serupa pada populasi pasien lain seperti pada anak-anak maupun pada remaja.

"Selain itu, jika terdapat data granular pada faktor gaya hidup atau atau paparan dari lingkungan sekitar, kita bisa memahami lebih lanjut mengapa hal ini terjadi," jelas Eisenberg.

Monday, February 20, 2023

Monday, February 20, 2023

Misteri Migrasi Awal Manusia Terkuak dengan Temuan Jejak Kaki Berusia 85.000 Tahun

 

NEGARATOTO Teka-teki terkait migrasi besar manusia modern keluar dari Afrika mulai terkuak setelah peneliti menemukan jejak kaki manusia berusia 85.000 tahun di Arab Saudi.

Dengan temuan ini, termasuk temuan tulang jari manusia modern di wilayah yang sama yang juga diperkirakan dari tahun yang sama, mengindikasikan nenek moyang kita menjejakkan kakinya di Timur Tengah puluhan ribu tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Jejak kaki ini ditemukan di kawasan barat laut negara kerajaan tersebut dan diumumkan oleh Presiden Komisi Pariwisata dan Warisan Kebudayaan Saudi, Pangeran Sultan bin Salman saat berkunjung ke Museum Nasional Tokyo.

Dikutip dari IFL Science, para peneliti tengah menganalisis jejak kaki tersebut dan akan menerbitkan hasilnya dalam beberapa bulan mendatang.

Arab Saudi juga kemungkinan besar tempat pertama kali manusia modern bertemu dengan manusia Neanderthal.

Meskipun sekarang diketahui bahwa nenek moyang kita berevolusi di Afrika setidaknya 300.000 tahun yang lalu, dan kemungkinan besar di banyak kantong yang tersebar di seluruh benua, membedakan kapan tepatnya kita menduduki bagian dunia lainnya sangatlah sulit.

Awalnya diperkirakan manusia modern bermigrasi sekitar 60.000 tahun yang lalu, tetapi selama beberapa tahun terakhir, teori ini mulai terkikis.

Artefak yang ditemukan di Australia berusia 65.000 tahun menyiratkan manusia modern meninggalkan Afrika jauh lebih awal, sementara tulang rahang manusia modern yang ditemukan di Israel berusia 120.000 tahun memperkuat teori tersebut.


Monday, January 23, 2023

Monday, January 23, 2023

Kondisi Mumi "Putri Tidur" Berusia 2.100 Tahun Ini Nyaris Masih Utuh


NEGARATOTO Kondisi mumi Lady Day, yang juga dikenal sebagai "Putri Tidur China" sangat mencengangkan. Berusia lebih dari 2.100 tahun, mumi ini masih tampak utuh.

Penelitian ilmiah menunjukkan, perempuan bangsawan itu hidup dalam kemewahan yang berdampak buruk terhadap kesehatannya.

Dikutip dari laman IFL Science, Senin (23/1), makam Lady Dai, yang juga dikenal sebagai Xin Zhui, ditemukan tidak sengaja oleh buruh bangunan pada 1960 di Mawangdui dekat Changsha, China.

Dengan bantuan ratusan anak sekolah, arkeolog menggali situs ini pada awal tahun 1970-an dan menemukan tiga makam milik keluarga Li Cang, Marquis of Dai, seorang pria bangsawan yang memiliki kedudukan penting di era Dinasti Han (206-9 SM).

Lady Dai, yang merupakan istri Li Cang, dikubur dalam liang lahat terpisah dengan suaminya. Lady Dai meninggal pada tahun 163 SM. Ditemukan juga ribuan artefak dinasti Han kuno seperti manuskrip sutra, obat herbal yang terbuat dari kayu manis, kulit kayu magnolia, dan merica.

Makam ketiga berisi jasad pria yang lebih muda, kemungkinan putra atau adik laki-laki Lady Dai. Namun baik jasad pria muda maupun Li Cang ini hancur, tidak seperti jasad Lady Dai.

Pembuluh darah mumi berusia 2.100 tahun ini masih berisi darah beku dan sebagian besar jaringan lunaknya masih utuh. Tubuhnya yang keriput lebih mirip kadaver atau mayat dalam kamar jenazah daripada mumi kuno.

Majalah Archaeology pada 2009 menyebutkan, jasad Lady Dai ditemukan di bagian paling dalam dari empat peti mati berpernis yang dibungkus lukisan sutra yang indah. Jasadnya dibalut 18 lapis kain sutra dan linen

Peti mati itu juga berisi cairan jernih aneh yang berubah cokelat ketika dicampur air. Beberapa pihak meyakini cairan ini adalah cairan tubuhnya, tapi ada juga yang berpendapat itu kemungkinan obat herbal China yang membantu proses pengawetan jasadnya.

Ilmuwan China melakukan otopsi dan mengungkap kesehatan perempuan bangsawan ini buruk. Dia diperkirakan meninggal dalam usia sekitar 50 tahun akibat serangan jantung sesaat sebelum makan. Menurut peneliti, buruknya kesehatan perempuan ini karena gaya hidupnya yang mewah dan suka bermalas-malasan sehingga membuatnya kegemukan dan menderita diabetes.

Penelitian juga menemukan makanan terakhir yang disantap perempuan tersebut. Di dalam kerongkongan dan perutnya ditemukan 100 biji melon. Peneliti meyakini saat memakan melon tersebut, Lady Dai menelannya dengan tergesa-gesa.

Mumi Lady Dai disimpan di Museum Provinsi Hunan bersama wadah gelas berisi organ tubuhnya.

Thursday, August 4, 2022

Thursday, August 04, 2022

Sebuah Studi Menemukan Perempuan Mungkin Tidak Hidup Lebih Lama Dari Pria

 

Sebuah Studi Menganalisa Data Tentang Umur Pria Dan Wanita Di 199 Negara Selama Hampir 200 Tahun. Studi Itu Mempertanyakan Kepercayaan Lama Mengenai Wanita Yang Hidup Lebih Panjang Dari Pria.

NEGARATOTO  - Sebuah penelitian dilakukan dengan mempertanyakan kepercayaan lama bahwa wanita hidup lebih lama dari pria. Terutama pada pria yang telah menikah atau memiliki gelar sarjana. Analisis yang mencakup data dua abad di semua benua menyimpulkan bahwa meskipun pria memiliki harapan hidup lebih rendah daripada lawan jenis, mereka memiliki "peluang besar untuk hidup lebih lama dari wanita".

Melansir The Guardian, menurut para akademisi di Denmark, antara 25% dan 50% pria telah hidup lebih lama dari wanita. Menyoroti bahwa perbedaan besar dalam harapan hidup terkadang menutupi tumpang tindih substansial dalam rentang hidup antara jenis kelamin. Hal itu meringkas rata-rata panjang hidup dapat menjadi sebuah "pengukuran sederhana".

Studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open itu meneliti data tentang umur pria dan wanita di 199 negara selama hampir 200 tahun. Disimpulkan bahwa laki-laki memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk hidup lebih lama dari perempuan. Terutama mereka yang sudah menikah atau memiliki gelar.

“Laki-laki yang menikah atau memiliki gelar sarjana cenderung hidup lebih lama dari perempuan yang belum menikah atau tidak memiliki ijazah sekolah menengah,” kata para penulis.

Analisis tersebut juga menemukan bahwa di negara maju, kemungkinan pria hidup lebih lama dari wanita turun hingga tahun 1970-an, setelah itu secara bertahap meningkat di semua populasi. Naik turunnya perbedaan harapan hidup terutama disebabkan oleh merokok dan perbedaan perilaku lainnya.

"Penafsiran buta tentang perbedaan harapan hidup kadang-kadang dapat menyebabkan persepsi yang terdistorsi tentang ketidaksetaraan yang sebenarnya(dalam umur)," ungkap penelitian tersebut.

Para akademisi pun menyarankan bahwa ukuran yang lebih baik adalah dengan memeriksa umur kedua jenis kelamin di negara yang berbeda.

"Meskipun harapan hidup pria umumnya lebih rendah daripada harapan hidup wanita, dan tingkat kematian pria biasanya lebih tinggi di semua usia, pria memiliki peluang besar untuk hidup lebih lama dari wanita. Temuan ini menantang kesan umum bahwa pria tidak hidup selama wanita dan mengungkapkan ketidaksetaraan yang lebih bernuansa dalam rentang hidup antara wanita dan pria," pungkas penelitian tersebut.

Saturday, May 14, 2022

Saturday, May 14, 2022

Eksperimen Benih Yang Ditanam Di Tanah Bulan Berhasil Bertunas, Kemajuan Besar Untuk Masa Depan

 

Para Ilmuwan Untuk Pertama Kalinya Mencoba Menanam Benih Di Tanah Bulan Yang Didapat Puluhan Tahun Silam. Tak Disangka, Benih Tersebut Berhasil Tumbuh Dan Bertunas.

NEGARATOTO - Para ilmuwan untuk pertama kalinya menanam benih di tanah bulan yang dikumpulkan oleh para penjelajah bulan milik badan antariksa AS, NASA. Hal itu menjadi sebuah pencapaian yang menjanjikan penggunaan tanaman bumi untuk mendukung pos terdepan manusia di dunia lain.

Pada Kamis (12/5), para peneliti di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menanam benih gulma berbunga kecil yang disebut Arabidopsis thaliana dalam 12 wadah berukuran bidal kecil. Masing-masing berisi sampel kecil bahan yang diambil selama misi Apollo pada tahun 1969 dan 1972.

Tanah Bulan, juga dikenal sebagai regolit bulan, diketahui memiliki partikel yang tajam dan kekurangan bahan organik, sangat berbeda dari tanah di Bumi. Oleh karena itu tidak diketahui apakah benih akan berkecambah. Tapi siapa sangka, setelah dua hari, mereka bertunas dan tumbuh.

"Ketika kami pertama kali melihat banyaknya kecambah hijau yang tersebar di semua sampel, kami tercengang,” kata profesor ilmu hortikultura, Anna-Lisa Paul, direktur Pusat Penelitian Bioteknologi Interdisipliner Universitas Florida dan co-pemimpin studi yang diterbitkan dalam jurnal Communications Biology.

"Tanaman bisa tumbuh di regolith bulan. Satu pernyataan sederhana itu sangat besar dan membuka pintu untuk eksplorasi masa depan menggunakan sumber daya yang ada di bulan dan kemungkinan Mars," lanjutnya.

NASA sedang bersiap untuk kembali ke Bulan sebagai bagian dari program Artemis. Di mana tujuan jangka panjangnya adalah untuk membangun kehadiran manusia yang langgeng di permukaan bulan.

"Penelitian ini sangat penting untuk tujuan eksplorasi manusia jangka panjang NASA. Kita perlu menggunakan sumber daya yang ditemukan di Bulan dan Mars untuk mengembangkan sumber makanan bagi astronot masa depan yang tinggal dan beroperasi di luar angkasa," kata Administrator NASA Bill Nelson.

Dia menambahkan penelitian itu juga merupakan contoh bagaimana NASA bekerja "untuk membuka inovasi pertanian yang dapat membantu kita memahami bagaimana tanaman dapat mengatasi kondisi stres di daerah yang kekurangan makanan di Bumi".

Rekan pemimpin studi Rob Ferl, asisten wakil presiden penelitian Universitas Florida, mengatakan dia merasa "senang melihat kehidupan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya".

"Melihat tanaman tumbuh adalah pencapaian yang mengatakan bahwa kita bisa pergi ke bulan dan menanam makanan kita, membersihkan udara kita dan mendaur ulang air kita menggunakan tanaman seperti yang kita gunakan di Bumi ini. Ini juga merupakan wahyu yang mengatakan bahwa kehidupan terestrial tidak terbatas pada Bumi, " pungkasnya.

Friday, April 15, 2022

Friday, April 15, 2022

Menarik! Pusat Data Di Jepang Pakai Salju Dinginkan Server, Airnya Dipakai Budidaya Belut

 

Perusahaan Mengumpulkan Salju Di Jalan-Jalan Dan Menggunakannya Untuk Mengurangi Emisi Karbon Dioksida Sambil Mendinginkan Server Dan Peralatan Jaringan.

NEGARATOTO - Sebuah pusat data yang terletak di Hokkaido menggunakan salju untuk mendinginkan servernya yang panas. Seakan tak ada yang disia-siakan, air yang berasal dari salju yang mencair rupanya juga digunakan untuk budidaya belut.

Sekitar 1.700 elver yang dibawa dengan pesawat dari Kobe dilepaskan ke dalam tangki di fasilitas White Data Center (WDC) pada 25 Februari. WDC berencana untuk memasarkan ikan dewasa sebagai belut pertama yang dibudidayakan di Hokkaido.

Tujuan perusahaan adalah untuk menggunakan hujan salju lebat sebagai sumber energi yang mana itu menyebabkan masalah bagi penduduk Bibai setiap musim dingin. Perusahaan memulai bisnis pusat data pada April tahun lalu, dan pembangunan gedung besar akan dimulai untuk operasi skala penuh pada tahun fiskal 2022.

Rencananya, perusahaan akan mengambil keuntungan dari salju yang dikumpulkan di jalan-jalan. Mereka akan menggunakannya untuk memotong biaya AC dan mengurangi emisi karbon dioksida sambil mendinginkan server dan peralatan jaringan yang beroperasi sepanjang waktu.

Proses ini meningkatkan suhu pencairan salju hingga 33 derajat, sehingga cairan yang dihangatkan dapat digunakan untuk menumbuhkan belut. WDC memang berencana untuk mengamankan pendapatan melalui budidaya dalam ruangan produk pertanian dan perikanan sampai bisnis pusat data masuk ke operasi skala penuh.

Perusahaan ini bahkan telah menguji abalon, bulu babi, bayam mustard Jepang, tomat ceri dan produk lainnya. Hingga pada akhirnya, perusahaan memilih belut dan jamur kuping sebagai produk pertama karena dapat dikirim setelah siklus budidaya yang singkat.

Pada November tahun lalu, WDC mendirikan fasilitas budidaya 6.000 ekor belut dengan bantuan kota Bibai. Suhu air dalam tangki di sana akan dijaga pada suhu 27 derajat sepanjang tahun, dan pencairan salju yang disaring akan digunakan untuk membantu menentukan apakah rasa belut dan kecepatan pertumbuhannya meningkat.

"Wilayah paling utara tempat belut hidup di alam liar adalah Prefektur Aomori,” kata Kota Honma selaku direktur WDC dan ketua Asosiasi Riset Energi Alam Bibai. "Pembudidayaan belut belum dilakukan di Hokkaido. Kami ingin memasarkan belut produksi Hokkaido yang dibudidayakan di lingkungan dalam ruangan yang higienis."