Breaking

Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Sunday, August 7, 2022

Sunday, August 07, 2022

Hari Terakhir Latihan Militer China di Sekitar Taiwan, Begini Situasinya


Negaratoto - Latihan militer terbesar China di sekitar Taiwan akan berakhir pada hari Minggu. Jet tempur hingga rudal balistik dikerahkan di hari terakhir. Begini kondisinya.

Dilansir AFP Minggu (7/8/2022), Beijing telah marah pada perjalanan Pelosi--yang kedua dalam garis suksesi kepresidenan AS--karena dianggap telah merobek serangkaian pembicaraan dan perjanjian kerja sama dengan Washington, terutama tentang perubahan iklim dan pertahanan.

Beijing juga telah mengerahkan jet tempur, kapal perang, dan rudal balistik di sekitar Taiwan dalam apa yang oleh para analis digambarkan sebagai praktik untuk blokade dan invasi akhir ke pulau itu.

Latihan-latihan itu akan berakhir pada hari Minggu, meskipun Beijing telah mengumumkan latihan baru di Laut Kuning--yang terletak di antara China dan semenanjung Korea--yang akan berlangsung hingga 15 Agustus.

"Latihan bersama praktis di laut dan wilayah udara di sekitar Pulau Taiwan seperti yang direncanakan," kata Komando Timur militer China.

Latihan itu difokuskan "pada pengujian daya tembak gabungan di darat dan kemampuan serangan udara jarak jauh," tambahnya.


Kementerian pertahanan Taipei juga mengkonfirmasi bahwa China telah mengirim "pesawat, kapal, dan pesawat tak berawak" di sekitar Selat Taiwan, "mensimulasikan serangan terhadap pulau utama Taiwan dan kapal di perairan kami". Beijing juga disebut mengirim drone ke pulau-pulau terpencil Taiwan.

Diketahui, China menggelar latihan militer terbesarnya di area-area yang mengelilingi Taiwan mulai Kamis (4/8) waktu setempat. Latihan militer besar-besaran ini menjadi aksi unjuk kekuatan Beijing setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi menuntaskan kunjungan kontroversialnya di Taipei.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022), Pelosi meninggalkan Taiwan pada Rabu (3/8) malam setelah 19 jam berada di Taipei dalam kunjungan bersejarah sekaligus kontroversial di tengah amarah China. Kunjungan itu menjadikan Pelosi sebagai pejabat AS dengan posisi tertinggi yang datang ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Dalam pernyataannya saat bertemu Presiden Tsai Ing-wen, Pelosi menegaskan bahwa kunjungannya 'sangat memperjelas' bahwa AS 'tidak akan meninggalkan' Taiwan yang merupakan sekutu demokratiknya.

Kunjungan Pelosi itu memicu reaksi penuh amarah dari China, yang berjanji akan memberikan 'hukuman' kepada pihak-pihak yang menyinggungnya. Beijing juga mengumumkan digelarnya latihan militer di perairan yang mengelilingi Taiwan, yang dianggap sebagai bagian wilayahnya.

Thursday, August 4, 2022

Thursday, August 04, 2022

Taiwan Tuduh China Tembakkan Rudal Balistik ke Wilayahnya


Negaratoto - Kementerian Pertahanan Taiwan menuduh pasukan militer China menembakkan 'beberapa' rudal balistik ke perairan di sekitar wilayahnya dalam latihan besar-besaran pada Kamis (4/8) waktu setempat.

"Kementerian Pertahanan Nasional menyatakan bahwa Partai Komunis China menembakkan beberapa rudal balistik jenis Dongfeng ke perairan di sebelah timur laut dan barat daya Taiwan pukul 13.56 sore waktu setempat," sebut Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022).

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Taiwan mengecam aksi militer China itu sebagai 'tindakan tidak rasional yang merusak perdamaian regional'.

Pernyataan Taiwan itu dirilis setelah laporan AFP sebelumnya menyebut sejumlah jurnalisnya yang ada di pulau perbatasan Pingtan menyaksikan langsung sejumlah proyektil mengudara di angkasa diikuti oleh kepulan asap putih dan suara ledakan keras sekitar pukul 13.13 waktu setempat.

AFP tidak dalam posisi untuk mengidentifikasi proyektil itu, yang menurut para jurnalis AFP, ditembakkan dari sekitar instalasi militer terdekat. Tidak diketahui juga sasaran tepat dari proyektil itu.

Dalam pernyataan terpisah, Komando Zona Timur pada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China menyatakan telah melancarkan serangan presisi, yang melibatkan 'tembakan amunisi tajam jarak jauh', ke bagian timur Selat Taiwan sebagai bagian dari latihan yang direncanakan.


"Serangan presisi dilancarkan di area-area spesifik di bagian timur Selat Taiwan dan hasil yang diharapkan tercapai," demikian pernyataan Komando Zona Timur pada militer China seperti dilansir AFP.

Taipei - Kementerian Pertahanan Taiwan menuduh pasukan militer China menembakkan 'beberapa' rudal balistik ke perairan di sekitar wilayahnya dalam latihan besar-besaran pada Kamis (4/8) waktu setempat.

"Kementerian Pertahanan Nasional menyatakan bahwa Partai Komunis China menembakkan beberapa rudal balistik jenis Dongfeng ke perairan di sebelah timur laut dan barat daya Taiwan pukul 13.56 sore waktu setempat," sebut Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022).

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Taiwan mengecam aksi militer China itu sebagai 'tindakan tidak rasional yang merusak perdamaian regional'.

Pernyataan Taiwan itu dirilis setelah laporan AFP sebelumnya menyebut sejumlah jurnalisnya yang ada di pulau perbatasan Pingtan menyaksikan langsung sejumlah proyektil mengudara di angkasa diikuti oleh kepulan asap putih dan suara ledakan keras sekitar pukul 13.13 waktu setempat.

AFP tidak dalam posisi untuk mengidentifikasi proyektil itu, yang menurut para jurnalis AFP, ditembakkan dari sekitar instalasi militer terdekat. Tidak diketahui juga sasaran tepat dari proyektil itu.

Dalam pernyataan terpisah, Komando Zona Timur pada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China menyatakan telah melancarkan serangan presisi, yang melibatkan 'tembakan amunisi tajam jarak jauh', ke bagian timur Selat Taiwan sebagai bagian dari latihan yang direncanakan.

"Serangan presisi dilancarkan di area-area spesifik di bagian timur Selat Taiwan dan hasil yang diharapkan tercapai," demikian pernyataan Komando Zona Timur pada militer China seperti dilansir AFP.

Thursday, August 04, 2022

China Latihan Militer Besar-besaran di Sekeliling Taiwan Usai Pelosi Pergi


Negaratoto - China menggelar latihan militer terbesarnya di area-area yang mengelilingi Taiwan mulai Kamis (4/8) waktu setempat. Latihan militer besar-besaran ini menjadi aksi unjuk kekuatan Beijing setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi menuntaskan kunjungan kontroversialnya di Taipei.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022), Pelosi meninggalkan Taiwan pada Rabu (3/8) malam setelah 19 jam berada di Taipei dalam kunjungan bersejarah sekaligus kontroversial di tengah amarah China. Kunjungan itu menjadikan Pelosi sebagai pejabat AS dengan posisi tertinggi yang datang ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Dalam pernyataannya saat bertemu Presiden Tsai Ing-wen, Pelosi menegaskan bahwa kunjungannya 'sangat memperjelas' bahwa AS 'tidak akan meninggalkan' Taiwan yang merupakan sekutu demokratiknya.

Kunjungan Pelosi itu memicu reaksi penuh amarah dari China, yang berjanji akan memberikan 'hukuman' kepada pihak-pihak yang menyinggungnya. Beijing juga mengumumkan digelarnya latihan militer di perairan yang mengelilingi Taiwan, yang dianggap sebagai bagian wilayahnya.

Latihan militer besar-besaran China itu dijadwalkan akan digelar di jalur perairan tersibuk di dunia mulai Kamis (4/8) siang, sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Menurut pengumuman media pemerintah China, latihan militer ini akan melibatkan 'aktivitas latihan mencakup latihan tembak langsung'.

Disebutkan juga bahwa latihan militer ini akan digelar di beberapa zona yang mengelilingi Taiwan -- di beberapa titik bahkan hanya berjarak 20 kilometer dari tepi pantai Taiwan -- dan akan berakhir pada Minggu (7/8) siang mendatang.

Media nasional pemerintah China, Global Times, dengan mengutip sejumlah analis militer melaporkan bahwa latihan militer besar-besaran semacam itu 'belum pernah terjadi sebelumnya. Disebutkan juga bahwa rudal-rudal akan mengudara di atas wilayah Taiwan untuk pertama kalinya.


"Ini adalah pertama kalinya PLA (Angkatan Bersenjata China) akan meluncurkan artileri jarak jauh secara langsung melintasi Selat Taiwan," sebut Global Times dalam laporannya.

Laporan kantor berita Xinhua menyebut bahwa persiapan untuk latihan militer itu dilakukan sejak Selasa (2/8) waktu setempat, dengan melibatkan simulasi 'blokade bersama' terhadap Taiwan.

Taiwan Kecam Rencana Latihan Militer China

Otoritas Taiwan melontarkan kecaman atas rencana latihan militer besar-besaran China ini. Diperingatkan oleh Taiwan bahwa latihan militer semacam itu akan mengancam keamanan kawasan Asia Timur.

"Beberapa area latihan militer China melanggar wilayah perairan (Taiwan)," sebut juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Su Li-fang. "Ini merupakan langkah tidak rasional untuk menantang tatanan internasional," imbuhnya.

Namun China membela rencana latihan militernya dengan menyebutnya 'diperlukan dan adil'. Beijing kemudian menyalahkan AS dan sekutunya atas eskalasi ini.

"Dalam pergulatan saat ini seputar kunjungan Pelosi ke Taiwan, Amerika Serikat adalah provokatornya, China adalah korbannya. Provokasi bersama oleh AS dan Taiwan terjadi terlebih dulu, pertahanan China yang adil terjadi setelahnya," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

Secara terpisah, seorang sumber militer China menuturkan kepada AFP bahwa latihan militer itu digelar sebagai 'persiapan untuk pertempuran sebenarnya'.

"Jika pasukan Taiwan melakukan kontak dengan PLA secara sengaja dan tidak sengaja menembakkan senjata, PLA akan mengambil tindakan tegas, dan semua konsekuensinya akan ditanggung oleh pihak Taiwan," sebut sumber itu.

Saturday, July 30, 2022

Saturday, July 30, 2022

Ribuan Drone Dipakai dalam Perang Ukraina, Mengapa Fungsinya Begitu Penting?


Negaratoto - Ribuan pesawat nirawak atau drone digunakan dalam perang Ukraina. Drone dimanfaatkan untuk melihat posisi musuh, meluncurkan rudal, dan mengarahkan tembakan artileri.

Baik Ukraina maupun Rusia mengerahkan drone militer yang dibuat untuk tujuan khusus dan drone yang dijual bebas di pasaran.

Drone militer apa yang digunakan Ukraina dan Rusia?
Drone militer utama Ukraina adalah Bayraktar TB2 buatan Turki. Pesawat nirawak ini seukuran pesawat kecil, memiliki kamera di dalamnya, dan dapat dipersenjatai dengan bom yang dipandu laser.

Ukraina memulai perang dengan armada "kurang dari 50" drone tersebut, kata Jack Watling dari lembaga kajian Royal United Services Institute (Rusi).

"Rusia terutama menggunakan Orlan-10 yang lebih kecil dan fungsinya lebih mendasar", ujarnya.

"Rusia memulai perang dengan beberapa ribu drone ini, dan mungkin sekarang masih tersisa beberapa ratus," ucapnya. Drone ini juga memiliki kamera dan dapat menembakkan rudal.

Seberapa efektifkah drone militer?
Drone kedua belah pihak paling efektif ketika digunakan untuk menemukan target musuh dan memandu tembakan artileri kepadanya.

"Pasukan Rusia dapat membawa senjata mereka untuk menyerang musuh hanya dalam waktu tiga hingga lima menit setelah drone Orlan-10 menemukan target," kata Watling. Tanpa drone, serangan bisa memakan waktu 20 hingga 30 menit, katanya.

Martina Miron, peneliti dalam studi pertahanan di King's College London, mengatakan drone telah memungkinkan Ukraina untuk memanfaatkan pasukannya yang terbatas secara optimal.

"Dahulu kalau Anda ingin mencari posisi musuh, Anda harus mengirim unit pasukan khusus untuk melakukannya, dan Anda mungkin akan kehilangan beberapa prajurit," katanya. "Sekarang, yang Anda pertaruhkan hanyalah drone."


Seberapa efektifkah drone militer?
Drone kedua belah pihak paling efektif ketika digunakan untuk menemukan target musuh dan memandu tembakan artileri kepadanya.

"Pasukan Rusia dapat membawa senjata mereka untuk menyerang musuh hanya dalam waktu tiga hingga lima menit setelah drone Orlan-10 menemukan target," kata Watling. Tanpa drone, serangan bisa memakan waktu 20 hingga 30 menit, katanya.

Martina Miron, peneliti dalam studi pertahanan di King's College London, mengatakan drone telah memungkinkan Ukraina untuk memanfaatkan pasukannya yang terbatas secara optimal.

"Dahulu kalau Anda ingin mencari posisi musuh, Anda harus mengirim unit pasukan khusus untuk melakukannya, dan Anda mungkin akan kehilangan beberapa prajurit," katanya. "Sekarang, yang Anda pertaruhkan hanyalah drone."

Satu produsen drone di Ukraina memperkirakan pasukan negara itu memiliki 6.000 drone, tetapi angka ini tidak mungkin dikonfirmasi.

Drone komersial dapat dipasangi dengan bom kecil.

Namun, mereka lebih sering digunakan untuk melihat pasukan musuh dan mengarahkan serangan.

"Ukraina tidak punya amunisi sebanyak Rusia," kata Miron.

"Memiliki 'mata di langit' untuk melihat target dan mengarahkan tembakan artileri berarti mereka dapat memanfaatkan apa yang mereka punya dengan lebih baik."

Namun, drone komersial jauh lebih lemah daripada drone militer.

Jangkauan DJI Mavic hanya 30 kilometer dan hanya bisa terbang selama 46 menit.

Bagaimana kedua pihak mempertahankan diri dari drone?
Rusia menggunakan pertahanan radar untuk melawan drone militer dan perangkat elektronik untuk drone komersial, kata Miron.

"Pasukan Rusia memiliki senapan Stupor, yang menembakkan pulsa elektromagnetik," katanya. Ini mencegah drone komersial menggunakan navigasi GPS.

Pasukan Rusia juga menggunakan sistem online seperti Aeroscope untuk mendeteksi dan mengganggu komunikasi antara drone komersial dan operatornya.

Mereka dapat membuat drone jatuh atau kembali ke pangkalan, dan dapat menghentikannya mengirim informasi.

Rata-rata drone Ukraina tidak bertahan sampai seminggu, menurut laporan Rusi.

Siapa yang memasok drone?
Rusia sekarang membeli drone militer Shahid dari Iran, menurut Gedung Putih. Pasukan pemberontak Houthi di Yaman menggunakan drone tersebut untuk menyerang target di Arab Saudi dan UEA.

AS memasok Ukraina dengan sekitar 700 drone militer "kamikaze" Switchblade.

Drone tersebut memuat bahan peledak. Mereka berkeliaran di udara sampai mereka menemukan target mereka.

Perusahaan SpaceX milik Elon Musk menyediakan sistem komunikasi satelit Starlink-nya ke Ukraina. Ini menciptakan hubungan yang aman antara drone komersial dan operator.

DJI kini telah berhenti memasok drone ke Rusia atau Ukraina.

Bagaimana Ukraina membayar untuk drone?
Ukraina telah meluncurkan seruan urun dana atau crowdfunding untuk membeli 200 drone militer.

"Selain drone besar seperti [Bayraktar] TB2, mereka mencari drone pengintai kecil bersayap tetap," kata Dr Watling.

Kalush Orchestra, pemenang Kontes Lagu Eurovision asal Ukraina, menjual trofinya seharga $900,000 (Rp 13,4 miliar) yang disumbangkannya ke pengadaan drone. Uang itu akan digunakan untuk membeli tiga drone PD-2 buatan Ukraina.

Saturday, June 18, 2022

Saturday, June 18, 2022

Denmark: Kapal Militer Rusia 2 Kali Langgar Teritorial di Laut Baltik


Negaratoto - Angkatan bersenjata Denmark mengatakan sebuah kapal perang berukuran kecil atau korvet Rusia melanggar perairan teritorial di Luat Baltik. Denmark menyebut kapal perang Rusia itu sudah 2 kali melanggar batas teritorial negaranya.

Dilansir AFP, Jumat (17/6/2022), kapal Rusia pertama kali menyeberang ke perairan Denmark di utara pulau Christianso, selatan Swedia, pada pukul 2.30 pagi waktu setempat (00.30 GMT).

"Beberapa jam kemudian, korvet yang sama melintasi garis perairan teritorial lagi, juga di utara Christianso," kata militer Denmark dalam sebuah pernyataan.

"Menyusul panggilan radio VHF sipil dari unit operasi maritim Angkatan Laut, kapal Rusia segera meninggalkan perairan teritorial Denmark, tidak ada lagi yang perlu ditambahkan," katanya.


Kementerian Luar Negeri Denmark mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan duta besar Rusia. Kemlu Denmark mencatat bahwa pelanggaran itu terjadi setelah pesawat mata-mata militer Rusia melanggar wilayah udaranya pada akhir April.

"Rusia sekali lagi mengabaikan buku aturan internasional dengan tidak menghormati perbatasan. Telah dikomunikasikan dengan sangat jelas kepada duta besar Rusia bahwa tindakan semacam ini sama sekali tidak dapat diterima," kata Menteri Luar Negeri Jeppe Kofod dalam sebuah pernyataan terpisah.

Denmark adalah anggota NATO dan telah mengirim peluncur anti-tank dan sistem rudal anti-kapal ke Ukraina sejak invasi Rusia di sana pada Februari.

Sementara itu, Christianso terletak sekitar 300 kilometer dari eksklave Rusia Kaliningrad.

Tuesday, May 24, 2022

Tuesday, May 24, 2022

Bila China Invasi Taiwan, Paman Sam Janji Pasang Badan


Negaratoto - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan negaranya akan membela Taiwan secara militer jika China melancarkan invasi ke pulau tersebut. Otoritas China menyatakan bahwa isu Taiwan menjadi urusan dalam negeri negaranya.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (23/5), pernyataan itu disampaikan Biden dalam kunjungannya ke Tokyo, Jepang, pekan ini yang merupakan rangkaian kunjungan pertama ke kawasan Asia sejak dia menjabat tahun lalu. Biden juga memperingatkan bahwa China 'bermain-main dengan bahaya'.

Saat ditanya wartawan di Tokyo soal apakah AS akan membela Taiwan secara militer jika negara itu diserang oleh China, Biden menjawab: "Iya."

"Itulah komitmen yang kami buat," ujar Biden. "Kami setuju dengan kebijakan satu China. Kami menandatanganinya dan semua perjanjian yang dimaksudkan dari sana. Tapi gagasan bahwa, bahwa itu bisa direbut dengan paksa, direbut dengan kekuatan, itu tidak tepat," sebutnya.

"Itu akan membuat seluruh wilayah rusak dan menjadi tindakan lain yang mirip dengan apa yang telah terjadi di Ukraina," ucap Biden.

Biden menambahkan bahwa harapannya agar peristiwa semacam itu tidak akan terjadi atau tidak akan dicoba untuk dilakukan. Pernyataan Biden ini menjadi pernyataan terkuat soal isu Taiwan, dan tampaknya agak menyimpang dari kebijakan AS sejak lama yang disebut 'ambiguitas strategis' dalam posisinya terhadap Taiwan, yang terus diyakini China sebagai bagian wilayahnya.

Isu Taiwan diketahui menjadi isu paling sensitif dan penting dalam hubungan AS dengan China. Pada Oktober tahun lalu, Biden juga melontarkan komentar senada soal membela Taiwan, namun Gedung Putih mengklarifikasi bahwa Biden tidak mengumumkan perubahan apapun dalam kebijakan AS.


Dalam pernyataannya, Biden juga secara langsung mengaitkan hasil upaya-upaya Barat dalam membantu Ukraina menghadapi invasi Rusia dengan pelajaran yang kemungkinan bisa didapatkan China terkait isu Taiwan.

"Penting agar (Presiden Rusia Vladimir) Putin membayar harga untuk kebiadabannya di Ukraina. Rusia harus membayar harga jangka panjang," cetusnya.

Biden menekankan bahwa persoalan ini 'bukan hanya soal Ukraina' karena China ikut mengawasi untuk melihat apakah tekanan Barat terhadap Rusia berkurang. "Sinyal seperti apa yang dikirimkan kepada China soal dampak...upaya merebut Taiwan dengan paksa?" tanya Biden.

Ditegaskan Biden bahwa China tidak memiliki 'yurisdiksi untuk merebut Taiwan dengan paksa'. Dia juga mengisyaratkan harapannya agar invasi semacam itu 'tidak akan terjadi' dan mengingatkan bahwa semuanya bergantung pada 'seberapa kuat dunia memperjelas' bahwa akan ada harga untuk invasi.

Gedung Putih Tegaskan Pernyataan Biden
Secara terpisah, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menilai pernyataan terbaru Biden itu sudah sesuai dengan kebijakan AS yang sudah ada soal Taiwan. Dia menegaskan tidak ada perubahan kebijakan.

"Kebijakan kami tidak berubah. Dia menegaskan kembali Kebijakan Satu China kami dan komitmen kami pada perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," tegas pejabat Gedung Putih tersebut.

"Dia juga menegaskan kembali komitmen kami di bawah Undang-undang Hubungan Taiwan untuk memberikan Taiwan sarana militer untuk mempertahankan diri," imbuhnya.

China Geram
Otoritas China merespons dengan keras pernyataan terbaru Joe Biden yang menegaskan AS akan membela Taiwan secara militer jika Beijing menginvasi. China pun kembali menyatakan bahwa isu Taiwan menjadi urusan dalam negeri negaranya.

Seperti dilansir AFP, Senin (23/5), pemerintah China selalu memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan bersumpah akan merebut pulau itu suatu hari nanti, bahkan dengan paksa jika diperlukan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, memberikan reaksi keras dengan menegaskan bahwa: "Taiwan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari wilayah China."

"Masalah Taiwan murni urusan internal China," ujar Wang dalam pernyataannya.

"Soal masalah-masalah yang menyentuh kepentingan inti dari kedaulatan dan integritas teritorial, China tidak memiliki ruang untuk kompromi atau konsesi," tegasnya.

Wang menyatakan China akan selalu membela kepentingan dengan kekuatan 1,4 miliar jiwa penduduknya. "Tidak ada boleh meremehkan tekad kuat, kemauan teguh dan kemampuan kuat rakyat China dalam membela kedaulatan nasional dan integritas wilayah," tegasnya.

Sunday, April 10, 2022

Sunday, April 10, 2022

Cegah Invasi Rusia Meluas, NATO Berencana Perkuat Militer Perbatasan

Negaratoto - NATO berencana untuk menempatkan militer permanen di perbatasan. Rencana itu dilakukan sebagai upaya melawan agresi Rusia di masa depan.

Dilansir Reuters, Minggu (10/4/2022) Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan rencana penempatan pasukan militer di daerah perbatasan-perbatasan anggota NATO. Hal itu dilakukan sebagai "konsekuensi jangka panjang" dari tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin.


"Apa yang kami lihat sekarang adalah kenyataan baru, sebuah normal baru bagi keamanan Eropa. Oleh karena itu, kami sekarang telah meminta komandan militer kami untuk memberikan opsi untuk apa yang kami sebut pengaturan ulang, adaptasi jangka panjang NATO," kata Stoltenberg dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Telegraph.

Stoltenberg, yang baru-baru ini mengatakan kan memperpanjang masa jabatannya sebagai kepala aliansi selama satu tahun, juga mengatakan bahwa keputusan tentang pengaturan ulang militer akan disepakati pada pertemuan puncak anggota NATO yang akan diadakan di Madrid pada bulan Juni mendatang.

Diketahui invasi Rusia ke Ukraina telah memicu krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Invasi yang terjadi membuat negara-negara Barat memikirkan kembali kebijakan pertahanan mereka.

Putin baru saja menunjuk komandan militer baru untuk memimpin invasi Rusia di Ukraina. Putin menunjuk mantan komandan operasi militer Rusia di Suriah, Alexander V Dvornikob.

Monday, March 28, 2022

Monday, March 28, 2022

Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Besar-besaran

Negaratoto - Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan militer gabungan terbesar yang pernah ada di wilayah Filipina mulai awal pekan ini. Latihan gabungan ini mengisyaratkan semakin mendalamnya hubungan pertahanan kedua negara saat ketegangan baru muncul di Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/3/2022), latihan perang ini menjadi yang terakhir digelar di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, yang sebelumnya mengancam untuk membatalkan latihan gabungan ini dan memangkas kesepakatan militer dengan AS, sekutu lama Filipina, saat dia berpaling ke China.

Nyaris 9.000 tentara Filipina dan AS terlibat dalam latihan militer gabungan yang berlangsung selama 12 hari di Pulau Luzon, pulau utama di Filipina. Latihan gabungan ini biasanya digelar setiap tahun, namun harus dibatalkan atau dibatasi akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Panglima militer Filipina, Jenderal Andres Centino, mengatakan dalam seremoni pembukaan di Manila pada putaran terbesar dalam latihan perang Balikatan ini mencerminkan 'aliansi mendalam' antara kedua negara.

Mayor Jenderal Jay Bargeron dari militer AS menyebut bahwa 'persahabatan dan kepercayaan' antara Angkatan Bersenjata kedua negara akan memampukan mereka untuk 'sukses bersama di seluruh spektrum militer'.

Latihan gabungan ini disebut akan mencakup keamanan maritim, operasi amfibi, latihan tembak langsung, kontra-terorisme dan bantuan kemanusiaan serta pemulihan bencana.

Manuver terkini dari Filipina dan AS ini difokuskan pada potensi konflik di Laut China Selatan, di mana Beijing mengklaim nyaris seluruh perairan strategis tersebut.

Otoritas China diketahui mengabaikan putusan tahun 2016 dari Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag yang menetapkan klaim historis China atas Laut China Selatan tidak berdasar. China juga menegaskan posisinya dengan membangun pulau buatan di atas karang yang menjadi sengketa dan memasang persenjataan.

Menjelang latihan gabungan Filipina dan AS ini, Patroli Pantai Filipina menuduh China mengarahkan salah satu kapalnya untuk berlayar hanya berjarak beberapa meter dari kapal patroli Filipina di dekat Beting Scarborough yang menjadi sengketa.

Belum ada tanggapan resmi China atas latihan gabungan Filipina dan AS ini, maupun atas insiden di Scarborough tersebut.

Saturday, March 26, 2022

Saturday, March 26, 2022

7 Jenderal Rusia Tewas dalam Invasi di Ukraina, 1 Dibunuh Anak Buah

Negaratoto - Para pejabat negara Barat mengungkapkan tujuh jenderal militer Rusia tewas dalam invasi militer ke Ukraina. Salah satunya dilaporkan tewas dibunuh oleh anak buahnya sendiri saat invasi berlanjut di Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/3/2022), sejumlah pejabat negara Barat, yang enggan disebut namanya, membeberkan beberapa nama jenderal Rusia yang tewas di Ukraina. Yang terbaru diidentifikasi sebagai Letnan Jenderal Yakov Rezanstev, yang merupakan komandan Angkatan Darat Gabungan ke-49 Rusia di distrik militer selatan.

Yang lainnya diidentifikasi sebagai Jenderal Magomed Tushaev dari Pasukan Khusus Chechnya, yang turut dikerahkan Presiden Vladimir Putin ke Ukraina.

Jumlah tentara dan perwira senior militer Rusia yang dilaporkan tewas dalam perang selama sebulan terakhir di Ukraina telah mengejutkan para pejabat militer dan keamanan negara-negara Barat.

Menurut beberapa pejabat negara Barat, jatuhnya banyak korban militer Rusia sebagian disebabkan oleh masalah komunikasi dan logistik, yang dilaporkan membuat sejumlah perwira senior Rusia menggunakan saluran tidak terenkripsi yang akhirnya mengekspose mereka kepada pasukan Ukraina.


Dalam pernyataannya, salah satu pejabat negara Barat yang enggan disebut namanya juga mengklaim bahwa seorang jenderal Rusia yang menjabat Komandan Brigade Senapan Mesin ke-37 Rusia tewas dibunuh pasukannya sendiri 'sebagai konsekuensi atas skala kerugian yang dialami brigadenya'.

"Kami meyakini dia dibunuh oleh pasukannya sendiri secara sengaja," sebut pejabat negara Barat itu, tanpa menyebut identitas komandan yang dimaksud. Dia hanya menyatakan bahwa komandan itu tewas usai 'dilindas'.

Menurut pejabat negara Barat ini, hal tersebut mengindikasikan lebih lanjut soal 'tantangan moral yang tengah dihadapi pasukan Rusia'.

"Mereka benar-benar mendapati diri mereka dalam situasi berbahaya dan mereka sangat menderita," ucapnya, merujuk pada pasukan Rusia yang dikerahkan ke Ukraina.

Beberapa pejabat negara Barat itu juga menyatakan bahwa satu jenderal militer Rusia lainnya dicopot oleh Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia pada awal pekan ini. Dia diidentifikasi sebagai Komandan Angkatan Darat Jenderal Vlaislav Yershov dari Angkatan Darat Gabungan ke-6.

Dilaporkan bahwa pemecatan mendadak Yeshov dipicu oleh kerugian besar dan kegagalan strategis dalam operasi militer Rusia ke Ukraina.

Pada Jumat (25/3), otoritas Rusia mengakui 1.351 tentaranya tewas di Ukraina, dalam pengumuman resmi kedua yang disampaikan soal jumlah tentara yang tewas sejak awal invasi pada 24 Februari lalu. Negara-negara Barat memperkirakan angka sebenarnya lebih banyak lima kali lipat dari angka tersebut.

Disebutkan juga oleh pejabat-pejabat negara Barat bahwa sekitar 20 dari total 115-120 batalion kelompok taktis yang dikerahkan Rusia ke Ukraina 'tidak lagi efektif dalam pertempuran' karena kerugian besar yang diderita.

"Setelah operasi satu bulan untuk mendapatkan suatu tempat di wilayah tersebut, mungkin seperenam... pasukan tidak lagi efektif dalam pertempuran -- itu adalah kumpulan statistik yang luar biasa," sebut pejabat-pejabat Barat itu.