Breaking

Showing posts with label Laba. Show all posts
Showing posts with label Laba. Show all posts

Friday, May 20, 2022

Friday, May 20, 2022

Krakatau Steel Tambah 50% Saham di Krakatau Posco


Negaratoto - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk resmi menambah kepemilikan saham Krakatau Steel di PT Krakatau Posco (PTKP). Hal ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan bahwa hasil dari RUPSLB adalah persetujuan peningkatan kepemilikan saham Krakatau Steel di PT Krakatau Posco menjadi sebesar 50%.

"Sebagai bagian dari rencana Krakatau Steel ke depan untuk memperbesar kapasitas produksi baja di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Selain dalam rangka mewujudkan visi pengembangan kapasitas baja 10 juta ton yang telah dicanangkan sejak tahun 2016, transaksi ini juga merupakan bagian dari program restrukturisasi Krakatau Steel yang telah memperoleh dukungan dan persetujuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN RI Erick Thohir mengatakan peningkatan saham ini merupakan suatu langkah strategis yang sangat baik karena hal ini dapat memperkuat posisi industri baja nasional.

"Peningkatan saham Krakatau Steel di PTKP merupakan suatu langkah strategis yang sangat baik karena hal ini dapat memperkuat posisi industri baja nasional dalam menghadapi persaingan global sekaligus mendukung ekosistem industri baja dan otomotif di Indonesia," jelas Erick.


Ia juga menyampaikan bahwa Krakatau Steel dan Posco akan saling menguatkan satu sama lain sehingga dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan industri baja domestik di Indonesia dan juga dapat mengurangi importasi baja ke Indonesia.

"Ini adalah perpaduan kontribusi terbaik dari BUMN untuk Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan transaksi ini, Krakatau Steel melakukan in-kind fasilitas Hot Strip Mill #2 ke PTKP. Selain meningkatkan saham di PTKP, Krakatau Steel memperoleh kompensasi tunai atas transaksi ini sebesar Rp 1,3 triliun yang dapat dimanfaatkan Perseroan dalam mendukung program restrukturisasi.

Selain itu, beban utang Krakatau Steel berdasarkan pinjaman sebesar Rp 3,6 triliun juga akan dialihkan kepada PTKP sehingga beban utang Krakatau Steel secara keseluruhan juga menjadi berkurang.

Aksi korporasi Krakatau Steel ini, Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel menyampaikan, sebagai BUMN strategis, memang sudah seharusnya Krakatau Steel mampu menjadi pemimpin di industri baja nasional untuk pemenuhan kebutuhan baja.

Menurutnya, kemandirian industri baja nasional dapat terwujud dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dan jenis baja yang dihasilkan.

"Saya memberikan apresiasi atas kinerja Krakatau Steel di bawah pimpinan Silmy Karim yang berhasil memperbaiki kinerja dan manajemen Krakatau Steel. Krakatau Steel adalah salah satu industri strategis yang harus dijaga," tambah Rachmat.

Untuk diketahui PT Krakatau Posco (PTKP) adalah perusahaan joint venture antara Krakatau Steel dan Posco yang didirikan pada tahun 2010 dengan kapasitas produksi baja 3 juta ton per tahun dan beroperasi pada tahun 2014.

Sedangkan Posco adalah produsen baja terbesar keempat di dunia dari Korea berkapasitas produksi sebesar 42 juta ton per tahun.

Saturday, May 7, 2022

Saturday, May 07, 2022

Lockdown China Bikin Merana, Laba Adidas Melorot Hampir 40%


Negaratoto - Adidas mencatatkan penurunan penjualan di China. Hal itu menyebabkan Adidas mengalami penurunan laba yang cukup tajam pada kuartal I-2022.

Adidas melaporkan laba bersih sebesar € 310 juta atau setara Rp 4,73 triliun (kurs Rp 15.281), turun 38% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan itu disebabkan oleh lingkungan pasar yang menantang di China karena penjualan turun 35%.

Dengan belum berakhirnya strategi zero Covid-19 yang diterapkan Presiden China Xi Jinping, prospek bisnis Adidas di China yang menyumbang sekitar 20% dari penjualan perusahaan tahun lalu suram.

Lockdown yang diterapkan baru-baru ini telah memaksa sejumlah besar toko tutup. Selain itu, Adidas juga mencatatkan penurunan di beberapa bagian negara yang tidak terpengaruh secara langsung oleh pembatasan tersebut.


"Pendapatan di China sekarang diperkirakan menurun secara signifikan pada 2022," kata Adidas dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNN, Sabtu (7/5/2022).

Pihak berwenang China memberlakukan lockdown yang ketat di Shanghai yang merupakan pusat keuangan China pada akhir Maret menyusul lonjakan kasus virus Corona. Meskipun pihak berwenang mulai mencabut beberapa pembatasan bulan lalu, namun lebih dari 8 juta penduduk masih dilarang meninggalkan kompleks tempat tinggal mereka.

Pembatasan di Beijing juga diperketat dalam beberapa hari terakhir, dan kemungkinan menimbulkan lebih banyak dampak pada merek-merek Barat pada saat ekonomi China sudah terkontraksi. Pada bulan lalu International Monetary Fund (IMF) memperkirakan PDB China tumbuh hanya 4,4% tahun ini, jauh di bawah target pemerintah sekitar 5,5%.

Adidas membukukan penjualan yang kuat di pasar Barat pada kuartal I-2022 dan mengharapkan pertumbuhan keseluruhan tahun ini di kisaran 11-13% seperti yang diprediksi sebelumnya.

Sementara itu, Nike melaporkan penurunan 5% pendapatan di China selama Desember hingga Februari dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebelum lockdown terbaru diterapkan.