Breaking

Showing posts with label Cianjur. Show all posts
Showing posts with label Cianjur. Show all posts

Wednesday, February 1, 2023

Wednesday, February 01, 2023

Kecelakaan Mahasiswi di Cianjur Bongkar Perselingkuhan Polisi hingga Dipatsuskan

 



Negaratoto Selvi Amalia Nuraeni (19), mahasiswi Universitas Suryakencana Fakultas Hukum (FH Unsur) meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Raya Karang Tengah, Cianjur pada Jumat (20/1) silam. Dia ditabrak mobil Audi A6 yang mengaku rombongan kepolisian yang tengah mengusut kasus pembunuhan berantai Wowon Cs.

"Karena dari arah berlawanan ada kendaraan yang melintas yang berada di belakang rombongan pengawalan. Jadi ada satu kendaraan yang di luar iring-iringan pengawalan yang masuk ke dalam rangkaian pengawalan," kata Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, Rabu (25/1).

Belakangan diketahui, mobil sedan tersebut justru bukan lah bagian dari iringi-iringan mobil penyidik, melainkan mobil ilegal yang tiba-tiba saja masuk.

Perintah masuk ke iringan mobil penyidik berasal dari penumpang bernama Nur (23). Dia mengaku sebagai istri dari salah seorang anggota kepolisian Polda Metro Jaya berinisial Kompol D

.

Dalih Masuk Iring-iringan Polisi

Nur berdalih mobilnya yang disopiri oleh Sugeng Guruh Utama (41) sudah mendapat restu dari polisi yang dikenalnya untuk masuk ke dalam iringi-iringan polisi.

"Saya teleponan, janjian sama suami di tempat makan. Setelah itu suami saya ikut iring-iringan. Akhirnya saya ikut (iring-iringan polisi), atas izin suami saya," kata Nur saat ditemui sejumlah awak media di Cianjur, Jawa Barat , Jumat (27/1).

Serupa dengan majikannya, Sugeng mengaku tidak menerobos iring-iringan mobil kepolisian. Dia hanya melaksanakan perintah yang diterimanya untuk mengikuti jejeran mobil kepolisian.

“Ibu (Nur), mungkin komunikasi dengan bapak. Lagi makan di situ. Tidak lama kemudian, ada lah melintas rombongan itu, karena ibu lagi komunikasi dengan bapak, saya di belakang mengikuti biar cepat kali ya. Oh ya, tapi tutup kaca, matikan hazard,” ujarnya.

Nur Istri Siri Kompol D

Penyelidikan tidak hanya berhenti dengan keterangan Nur yang mengaku-ngaku sebagai istri Kompol D anggota dari Polda Metro Jaya. Usai pengusutannya, pihak Polda Metro Jaya mengungkap jika keduanya memiliki suatu hubungan.

Delapan bulan lamanya Kompol D ternyata memiliki hubungan istimewa dengan Nur, tepatnya terjalin sejak bulan April 2022.

Pihak Polda Metro Jaya lantas melakukan penyelidikan karena adanya dugaan tindak perselingkuhan. Kompol D akhirnya menjalani sidang etik. Dia pun tidak punya pilihan lain selain berkata jujur akan hubungannya.

"Jadi sudah diakui bahwa itu adalah istri sirinya (Nur)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (31/1).

Sanksi untuk Kompol D

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran angkat bicara terkait Kompol D yang menjalin hubungan istimewa dengan perempuan yang ada di dalam mobil penabrak mahasiswi Universitas Suryakancana (Unsur), Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, Jawa Barat.

"Terkait Cianjur, yang bersangkutan sudah ditahan dan akan diproses tanpa pandang bulu sesuai ketentuan Kode Etik Profesi Polri," tutur Fadil kepada wartawan, Selasa (31/1).

Kompol D Ditahan imbas kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswi Universitas Suryakancana (Unsur), Selvi Amalia Nuraeni di Cianjur, Jawa Barat. Hal tersebut lantaran anggota polisi itu memiliki hubungan dengan perempuan yang berada dalam mobil Audi A8, yang diduga menabrak korban.

"Saat ini pimpinan Polri telah mengambil tindakan tegas untuk penempatan khusus selama 21 hari kompol D di Polda Metro Jaya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi.

Saat ini, Bid Propam Polda Metro Jaya masih mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Kompol D, setelah mendapatkan pelimpahan penanganan perkara dari Divisi Propam Polri. Penyidik telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan alat bukti yang hasilnya Kompol D terbukti melanggar kode etik profesi Polri.

"Melanggar kode etik profesi Polri berupa menurunkan citra Polri, Pasal 5 ayat 1 huruf b dan etika kepribadian berupa melakukan perbuatan perzinahan atau perselingkuhan Pasal 13 huruf f Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri," kata Trunoyudo.


Sunday, January 29, 2023

Sunday, January 29, 2023

Kronologi Lengkap Mobil Audi Tabrak Mahasiswi di Cianjur

 



Negaratoto Kasus kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswi Universitas Suryakencana, Selvi Amalia Nuraeni di Kabupaten Cianjur akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan korban ditabrak oleh mobil Audi yang menyerobot masuk dalam iring-iringan kendaraan polisi.

Polisi juga telah menetapkan sopir Audi hitam bernama Sugeng Guruh Gautama Legiman sebagai tersangka.

"Saya akan sampaikan kronologis awal yang juga sudah saya sampaikan pada saat rilis beberapa hari lalu, Terkait kasus lakalantas Jumat (20/1) sekira pukul 14.55 di Jalan Raya Bandung, Kampung Sabandar, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur," kata Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Sabtu (28/1).

Kejadian bermula ketika korban yang mengendarai Honda Beat dengan nomor polisi F 4193 XF melaju dari arah Bandung menuju Cianjur. Saat sampai di tanjakan, korban menabrak angkutan kota alias angkot.

"Pada saat itu tidak dalam situasi yang keras karena kecepatan rendah, hanya mengakibatkan korban mengerem mendadak dan terjatuh," ujar Doni.

Saat korban terjatuh, melintas sedan hitam merek Audi dengan pelat nomor yang terpasang diduga palsu.

"Mobil tersebut sudah dilakukan pemeriksaan penelitian dan penyelidikan, bahwa kendaraan tersebut memang (pelat nomor) tidak sesuai dengan yang dipasang dengan saat kejadian. Nomor yang bersangkutan sudah didapatkan dengan nomor B 999 LS atas nama perorangan alamat Jakarta. Data sudah didapatkan," tegasnya.

Selain mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian, polisi juga telah meminta keterangan dari sembilan saksi secara estafet.

Hasilnya, saksi berinisial DSA menuturkan, saat kejadian dia sedang berada di sekitaran lokasi tepatnya di bengkel radiator Setia Kawan dengan jarak lima sampai 10 meter.

DSA melihat Honda Beat menabrak angkot. Bahkan dia mendengar suara yang keluar dari tabrakan tersebut.

"(Saksi) menengok ke arah jalan raya, melihat ada pengendara sepeda motor yang tergeletak. Setelah itu saksi mendengar beberapa warga berteriak, mobil Audi itu," lanjut Doni.

Saksi kedua berinisial DR. Sekuriti yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan itu melihat sedan Sudi warna hitam melintas tepat di posisi korban tergeletak, seperti melindas sesuatu seperti tanggul.

Lokasi DR dari kejadian berjarak kurang lebih sekira 30 meter.

Kemudian saksi ketiga berinisial US yang berjarak sekitar 10 meter dari TKP. Penjual es kelapa muda ini menerangkan sepeda motor korban terjatuh akibat menabrak angkot. Kemudian saksi melihat korban terjatuh setelah kendaraan iring-iringan melintas.

"Jadi rombongan pengawalan itu ada melintas dan sudah melewati. Jadi korban terjatuh setelah rombongan iring-iringan beberapa detik setelah lewat baru terjadi kecelakaan," bebernya.

Saksi keempat berinisial AJ. Dia berada di belakang korban dengan jarak 5 meter. AJ melihat korban terjatuh dan terbentur sedan warna hitam.

"Melihat jelas motor menabrak angkot, dan melihat ke kanan pada saat korban terbentur sedan warna hitam, AJ melihat jelas korban terlindas oleh ban depan dan belakang. Apakah terlindas atau terbentur akan disampaikan oleh Inafis. Mobil tersebut warna hitam, pendek, kecil tanpa lampu hazard dan tanpa lampu strobo. Bisa dipastikan itu bukan mobil kepolisian. Kendaraan tersebut datang berlawanan dari saksi," tutur Doni.

Saksi kelima berinisial D. Pengunjung bengkel radiator melihat jelas pengendara motor terjatuh, di samping kanan melintas sedan warna hitam. Melihat sedan menepi setelah diduga terjadi benturan, sedan menepi namun kembali melaju ke arah Bandung.

"Mendengar bunyi krek dan ada yang berteriak mobil Audi itu," sambungnya.

Sakis keenam berinisial YH, pengemudi mobil boks berada posisi kedua di belakang Audi berjarak 10 sampai 15 meter. Dia menerangkan sopir sedan menepi dan kembali melaju. mengejar sedan dan memberikan lampu dim yang menandakan ada sesuatu.

"(saksi) GP mengikuti Audi setelah kejadian. Saksi mengikuti grand max yang dikendarai YH, GP menggunakan motor ikut mengejar Audi. Audi berhenti di Hengki Jaya Motor," beber Doni.

Di dalam mobil Audi, posisi penumpang berinisial EN berada di sebelah sopir.

Kepada polisi, EN juga mengaku mendengar suara dan guncangan pada bagian belakang sebelah kanan seperti melindas sesuatu.

Lalu berdasarkan kesaksian EN, sopir Audi berinisial S alias U yang baru bekerja satu minggu sebagai sopir, mengikuti iring-iringan polisi seperti seolah rangkaian pengawalan. Itu atas inisiatif pengemudi S atau U.

"Saksi lainnya adalah DS. Merupakan penumpang mobil Audi. Dia berada di sedan Audi di jok belakang kanan tepat di belakang pengemudi. DS menyampaikan keterangan mendengar suara benturan dan merasakan guncangan di ban belakang kanan. Melihat ke belakang ada pengendara dari kaca ada korban tergeletak," pungkasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jabar Kombes Wibowo menerangkan polisi menggunakan dua metode dalam mengungkap kasus ini. Pertama scientific investigation crime dan kedua TAA alias traffic accident analysis.

"Dalam rangka mengolah TKP sedetil dan sebaik mungkin dalam rangka untuk menguatkan apa yang sudah dilakukan oleh polres cianjur. Dari hasil olah TKP dengan metoda TAA, betul terjadi lakalantas antara sepeda motor dan mobil Audi warna hitam," tegasnya.

Secara teknis, TKP atau lokasi crash point berada pada jalur korban. Titik benturan terjadi pada jalur korban.

Menurutnya, sedan Audi berjalan ke tengah dan melewati marka jalan. Berdasarkan perhitungan kecepatan, saat itu Audi melaju pada kecepatan 50 km per jam.

"Cukup cepat, kita lihat juga dari impact terhadap korban akibat benturan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan rekaman CCTV toko Kawan Baru, korban terjatuh setelah rombongan polisi melintas. Selang beberapa detik kemudian, baru datang empat mobil.

"Saya sudah lihat di detik 45, datang empat mobil yang memakan jalur sebelahnya, ada Pajero hitam, sedan hitam, Fortuner hitam dan boks. 11 detik kemudian, Kita lihat lagi dari CCTV ada pelambatan, mengindikasikan bahwa terjadi sesuatu di depan yang akhirnya pengguna jalan memperlambat kendaraannya, sehingga dari data ini seluruh pengemudi Pajero, Fortuner boks sudah diperiksa, mengkombinasi saksi di TKP. Sudah mengarah bahwa kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan korban adalah Audi hitam," pungkasnya.


Sunday, December 4, 2022

Sunday, December 04, 2022

Tiga Jenazah Korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan, Satu Teridentifikasi


NEGARATOTO Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga jenazah korban gem[a di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tiga jenazah tersebut di antaranya dua jenazah ditemukan di Desa Cijendil, Cugenang dan satu jenazah di Warung Sate Shinta, Kecamatan Cugenang.

Tiga jenazah ini langsung diberikan Tim SAR Gabungan kepada Tim DVI Polda Jabar untuk dilakukan proses identifikasi.

"Hari ini berdasarkan data kita sudah dapatkan informasi tiga jenazah ditemukan, sehingga ada 172 kantong jenazah yang diterima Tim DVI Polda Jabar," kata Tim Div Humas Polri Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dalam keterangannya, Minggu (4/12).

Erdi memgatakan, satu jenazah berhasil diidentifikasi Tim DVI Polri. Dia bernama Sarmilah (36) warga Kampung Sarampad, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

"Sehingga total jenazah yang sudah teridentifikasi 154," ujarnya.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan jenazah yang ada mohon doanya agar jenazah segera teridentifikasi," tambah Erdi.

Erdi mengimbau, kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melaporkan ke polisi.

"Agar keluarga yang masih kehilangan anggota keluarga diimbau untuk melapor ke Posko Pengaruan Orang Hilang dibagian forensik di RSUD Sayang dengan membawa data-data korban," pungkasnya.

Sunday, November 27, 2022

Sunday, November 27, 2022

Dampak Gempa Cianjur, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

 



Negaratoto Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup sementara jalur pendakian karena kedua gunung. Alasannya karena jalur pendakian mengalami retakan dan longsor setelah gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur.

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni mengatakan, setelah gempa terjadi tim gabungan Masyarakat Mitra Polhut, Volunteer Montana, hingga Gede Pangrango Operation melakukan pengecekan di sejumlah jalur pendakian dan menemukan retakan di geger bibir kawah Gunung Gede.

"Kami juga menemukan longsoran kecil di dua jalur pendakian Ciputri dan Cibodas, sehingga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pendakian untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan," katanya saat dihubungi, Sabtu (26/11).

Pihaknya merinci jalur pendakian Cibodas terdapat dua titik longsoran tepatnya di area Cisalada sepanjang 10 meter dan hal yang sama di Jalur pendakian Gunung Putri ditemukan retakan sepanjang 7 meter di blok Romusa dan longsoran sepanjang 8 meter dengan tinggi 3 meter di blok Tanah Merah.

Retakan juga ditemukan di lokasi air panas Kandang Badak yang dapat dijangkau dari jalur pendakian Cibodas, tembok shelter air panas retak dan pintu gerbang pos I roboh akibat gempa magnitudo 5,6. Sehingga pemulihan akan segera dilakukan selama pendakian ditutup.

"Kami belum bisa memastikan pendakian ditutup sampai kapan, namun upaya penanganan segera dilakukan. Gempa susulan yang masih sering terjadi menghambat penanganan cepat," ujar Agus seperti dilansir dari Antara.

Selama penutupan pendakian dilakukan, pihaknya tetap melakukan pengawasan bersama dengan memantau kondisi terkini Gunung Gede Pangrango pasca gempa. Seluruh petugas serta relawan disiagakan di dua pintu masuk pendakian agar tidak ada pendaki ilegal yang memaksakan diri naik. 

Wednesday, November 23, 2022

Wednesday, November 23, 2022

BNPB: Update Korban Jiwa Gempa Cianjur 271 Orang

 

NEGARATOTO Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memperbaharui jumlah korban jiwa, akibat bencana gempa di Cianjur. Sesuai data yang tercatat by name dan by address diketahui korban per pukul 5 sore hari ini, 23 November 2022 adalah sebanyak 271 jiwa.

“Ada tambahan 271 yang meninggal,” kata Suharyanto saat jumpa pers, seperti dikutip daring, Rabu (23/11/2022).

Selain korban jiwa, Suharyanto mengatakan masih terdapat laporan orang hilang sebanyak 40 orang. Data orang hilang tersebar di dua tempat, 39 orang di wilayah Cigenang dan 1 orang di wilayah Warung Kondang.

Suharyanto memastikan, data tersebut akan terus diperbaharui, termasuk data korban jiwa. Sebab, pihaknya harus mengonfirmasi kepada masyarakat di semua titik lokasi terdampak apakah ada dari keluarga yang telah memakamkan jasad kerabat tanpa melapor kepada pusat data setempat.

“Jadi ini akan kami telusuri apakah ada yang dimakamkan oleh keluarga atau tidak apakah 271 ini sudah masuk data itu atau belum karena bisa saja miss-nya data di situ. Tapi 271 ini sudah sesuai by name by address di seluruh rumah sakit di Cianjur,” jelas Suharyanto.

Terakhir terkait korban luka, Suharyanto mengatakan terdapat 2043 orang dan data pengungsi hingga saat ini tercatat sebanyak 61.908 orang. Selain itu, kerugian materil yang tercatat sebanyak 56.320 rumah rusak, terdiri dari rusak berat 22.241 rumah, rusak sedang 11.641 rumah, rusak ringan 22.090.

“Data rumah rumah ini akan terus diverifikasi, rumah-rumah ini didata dari RT RW kepala desa sampai dengan kepala organisasi perangkat daerah,” dia menutup.


Thursday, November 17, 2022

Thursday, November 17, 2022

Dua Begal Pembunuh Dua Pemotor di Jalan Sudirman Bandung Ditangkap di Cianjur

 



Negaratoto Pemuda berinisial GA (19) dan AN (20) membegal dua pengendara motor hingga tewas. Korban menderita luka tusuk dan terlindas mobil.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sudirman, Kota Bandung pada Rabu (16/11) dini hari. Saat itu, korban berinisial MM dan DA berboncengan menggunakan motor.

Kemudian, korban dipepet hingga ditendang sampai terjatuh oleh GA dan AN. Korban yang tak berdaya langsung diancam pelaku dengan senjata tajam.

Dalam keadaan itu, dompet dan motor berhasil direbut. Sempat memberikan perlawanan, namun kedua korban ditusuk hingga terkapar.

Pelaku kemudian kabur. Sementara korban yang menderita luka parah meninggal dunia. Salah satunya bahkan sempat terlindas mobil.

Korban yang terkapar di jalan akhirnya ditemukan oleh warga. Temuan jenazah korban pun ramai dibahas oleh netizen karena videonya tersebar di media sosial.

Polisi yang mendapat laporan akhirnya mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Akhirnya, tak sampai sehari, kedua begal ditangkap saat bersembunyi di wilayah Cianjur.

"Kurang dari lima jam, pelaku ditangkap," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di Mapolrestabes Bandung.

Aswin mengatakan, korban ditusuk tersangka dan jatuh ke jalan. Tidak lama kemudian kendaraan melindas salah satu korban terlindas hingga meninggal dunia.

"Korban yang terlindas MM," ujar dia.

Sementara itu, GA mengakui menusuk korban di punggung dan samping perut. "Di punggung sama badan sebelah perut (menusuknya)," kata dia.

Para tersangka dijerat 365 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP serta diancam pidana kurungan selama 7 hingga 12 tahun.



Wednesday, June 29, 2022

Wednesday, June 29, 2022

Polisi Buru Pemilik Ladang Ganja di Gunung Karuhun Cianjur


Negaratoto - Polisi memburu pemilik ladang ganja di Gunung Karuhun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelaku diduga kabur sesaat setelah ladang ganjanya terungkap dan didatangi polisi.

Dilansir dari detikJabar, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan identitas pelaku yang menanam ganja di gunung tersebut sudah teridentifikasi.

"Identitas pelaku sudah kita kantongi, tapi belum berhasil diamankan," kata dia, Rabu (29/6/2022).


Menurutnya, polisi masih berusaha melacak keberadaan pelaku. Pasalnya, pelaku sudah tidak ada di rumahnya sesaat sebelum ladang ganja tersebut berhasil terungkap.

"Rumah pelaku masih di kaki Gunung Karuhun. Tapi, saat hendak ditangkap, sudah tidak ada di rumah. Kita masih cari lokasi keberadaan pelaku. Secepatnya kita tangkap," ucap dia.

Doni menuturkan, dari hasil penyelidikan, ganja tersebut ditanam di 10 hektare lahan. Namun, karena medan yang sulit, petugas belum bisa menyusuri semua titik penanaman ganja.