Breaking

Thursday, June 23, 2022

Rusia Berpotensi Hentikan Semua Ekspor Gas, Eropa Diminta Siap-Siap

 

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol Mengatakan Bahwa Pengurangan Pasokan Gas Dalam Beberapa Pekan Terakhir Kemungkinan Bisa Menjadi Awal Dari Pemotongan Pasokan Yang Lebih Luas.

NEGARATOTO - Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa Rusia berpotensi menghentikan pasokan gas ke Eropa sepenuhnya karena berusaha untuk meningkatkan pengaruh politiknya selama krises Ukraina. Oleh sebab itu, Eropa disebut harus bersiap dari sekarang.

"Saya tidak akan mengesampingkan Rusia terus menemukan masalah yang berbeda di sana-sini dan terus mencari alasan untuk lebih mengurangi pengiriman gas ke Eropa - dan bahkan mungkin menghentikannya sepenuhnya," ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/6). "Inilah alasan mengapa Eropa membutuhkan rencana darurat."

Birol mengatakan bahwa pengurangan pasokan gas dalam beberapa pekan terakhir kemungkinan bisa menjadi awal dari pemotongan pasokan yang lebih luas. Kremlin beralasan pengurangan pasokan gas tersebut berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan (maintenance). Namun Birol meyakini bahwa pemotongan pasokan tersebut diarahkan untuk menghindari penyimpanan pengisian Eropa, dan meningkatkan pengaruh Rusia di bulan-bulan musim dingin.

"Eropa harus siap jika gas Rusia benar-benar terputus," katanya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times. "Semakin dekat kita datang ke musim dingin, semakin kita memahami niat Rusia."

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa berlomba-lomba untuk mengisi ulang tempat penyimpanan gas mereka. Negara-negara anggota juga telah bekerja untuk mengurangi ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil Rusia, dengan mengambil gas dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Mereka juga mempercepat peralihan ke energi terbarukan. Namun para pejabat telah mengakui bahwa perlombaan untuk menghapus minyak dan gas Rusia secara bertahap berarti membakar lebih banyak batu bara dan menjaga pembangkit nuklir tetap berjalan.

Birol mengatakan langkah-langkah darurat yang diambil oleh pemerintah Eropa untuk mengurangi permintaan energi mungkin tidak berjalan cukup jauh. Oleh sebab itu, ia mendesak negara-negara untuk bekerja dalam melestarikan pasokan energi.

"Saya percaya akan ada langkah-langkah permintaan yang lebih banyak dan lebih dalam saat musim dingin mendekat," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pasokan gas mungkin perlu dijatah apabila Rusia berencana terus mengurangi ekspor gas.

Sebagai informasi, Moskow telah mengurangi atau bahkan memotong pengiriman gas ke beberapa negara Uni Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Pasokan gas Rusia ke Eropa yang diterima melalui pipa Nord Stream 1 – yang mengalir di bawah Laut Baltik ke Jerman – telah turun.

No comments:

Post a Comment