Breaking

Showing posts with label Relawan. Show all posts
Showing posts with label Relawan. Show all posts

Sunday, April 3, 2022

Sunday, April 03, 2022

Wanita Asal Indonesia Ini Ikut Jadi Relawan Bantu Pengungsi Ukraina Di Polandia

 

Seorang Wanita Yang Tengah Menempuh Pendidikan Di Polandia Kini Ikut Menjadi Relawan Bagi Pengungsi Ukraina. Faktanya, Wanita Itu Juga Merupakan Dosen Dari Unesa.

NEGARATOTO - Satu bulan lebih telah berlalu, serangan invasi Rusia ke Ukraina nyatanya masih belum berakhir hingga sekarang. Para penduduk Ukraina pun kini menyebar ke sejumlah negara tetangga untuk mengungsi. Salah satunya adalah Polandia.

Pemerintah Polandia membuat posko-posko pengungsian dan menyediakan kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Warga lokal dan turis asing yang tinggal di Polandia turut memberi bantuan dengan menjadi volunteer atau sukarelawan. Salah satu dari para sukarelawan itu rupanya juga ada yang berasal dari Indonesia.

Dia adalah Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Khofidotur Rofiah. Saat ini Rofiah tengah menempuh program Doktor pada Department Pedagogical University of Cracow, Polandia. Di sela-sela waktu kuliah, Rofiah pun tak mau melewatkan kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai volunteer di posko pengungsian warga Ukraina.

Sejak gelombang pengungsi terus bertambah, Rofiah menyebut banyak bantuan yang dihimpun melalui media sosial. Tujuannya, untuk mengumpulkan kebutuhan pokok yang dibutuhkan para pengungsi. Seperti makanan, pakaian, selimut, baju, obat-obatan, dan lainnya.

"Alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk membantu mengumpulkan, menyeleksi, mengemas, dan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok kepada para pengungsi," ujarnya melansir dari dari kanal Unesa.

Rofiah menyebut penduduk Ukraina yang mengungsi terbagi dalam beberapa kategori. Sebagian penduduk melakukan pengungsian untuk menyelamatkan diri dengan bergabung bersama keluarga atau rekannya di Polandia. Namun, ada juga yang sama sekali tidak memiliki keluarga maupun kerabat di Polandia.

“Di pusat atau di posko penerimaan, pemerintah siapkan pusat informasi, nanti mereka yang ada keluarganya di sini akan diarahkan ke daerah tujuan, bahkan disiapkan akomodasinya,” ungkapnya.

Sementara itu, ia menerangkan bagi pengungsi yang tidak memiliki keluarga akan dijamin pemenuhan kebutuhan pokoknya di pusat pengungsian oleh Pemerintah Polandia.

“Namanya perang itu menyangkut keselamatan, tentu takut dan tertekan. Kasihan sama yang rentan-rentan seperti orang tua, dan anak-anak,” kpungkasnya.

Rofiah menilai urusan kemanusiaan sebagai hal yang penting. Terlebih, sejak menjadi mahasiswa hingga dosen, ia mengaku aktif di berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Saturday, March 12, 2022

Saturday, March 12, 2022

Bos Teknologi Ini Biayai Relawan yang Mau Perang ke Ukraina

Negaratoto - Cukup banyak orang dari negara lain yang ingin ke Ukraina dan menjadi relawan untuk melawan invasi Rusia. Untuk itu, bos perusahaan teknologi ini siap memberikan dukungan berupa uang.

Awalnya Anthony Capone selaku presiden DocGo, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang layanan kesehatan mobile, menulis panjang lebar di LinkedIn mengenai pengalamannya berkunjung ke Eropa Timur dan sikapnya yang menentang keras perang.

Kemudian, dia menjanjikan akan memberikan seluruh biaya perjalanan dan peralatan dari kocek pribadinya, ke semua relawan yang ingin membela Ukraina, jika para relawan itu memang tidak memiliki dana.

Seperti dikutip dari The Verge, Capone menegaskan bahwa inisiatif itu murni dari dirinya dan tidak berkaitan sama sekali dengan perusahaan yang ia pimpin.


Memang presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah membuka pintu bagi orang asing yang ingin bersama-sama para tentara Ukraina melawan tentara Rusia. Ia menyebut mereka sebagai legion internasional.

Capone menyebut bahwa tawarannya itu ternyata disambut baik oleh banyak orang. Sejauh ini, dia sudah menerima 400 lamaran dari mereka yang ingin turut mempertahankan Ukraina.

Salah satu yang siap berangkat adalah Alexander Szokoly, veteran militer Amerika Serikat. Dia sudah ingin berangkat dan menyusun jadwal ke Ukraina, kemudian mencari teman yang berniat sama. Dari situlah, ia mendengar bahwa ada donasi dari Capone.

"Saya adalah mantan tenaga kesehatan di militer dan siap untuk pergi minggu ini. Tolong hubungi saya. Kami berlatih menggunakan senjata anti tank secara khusus untuk melawan Rusia," tulisnya di LinkedIn.

Setelah 5 hari, Capone benar-benar memberikan dana yang diperlukan. "Capone membiayai tiket penerbangan dan juga suplai medis serta pakaian pelindung," katanya.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri sebenarnya melarang warga negaranya ikut campur dalam konflik Ukraina dan Rusia. Namun disinyalir cukup banyak warga di sana yang ingin membantu Ukraina.

Monday, March 7, 2022

Monday, March 07, 2022

Menlu Ukraina: 20 Ribu Sukarelawan Internasional Akan Perang dengan Rusia

Negaratoto - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan hingga kini telah terkumpul sekitar 20 ribu sukarelawan internasional yang akan bergabung dengan Ukraina berperang melawan Rusia. Mereka disebut tengah melakukan perjalanan menunju Ukraina.

"Jumlah ini sekitar 20.000 sekarang. Mereka kebanyakan berasal dari banyak negara Eropa," kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba seperti dilansir AFP, Senin (7/3/2022).

Dmytro mengatakan terkumpulnya puluhan ribu orang ini lantaran banyaknya pihak yang membenci Rusia. Dia menyebut mereka tidak berani melawan sampai akhirnya tergerak lantaran melihat perlawanan Ukraina.

"Banyak orang di dunia membenci Rusia dan apa yang dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak ada yang berani menentang dan melawan mereka secara terbuka," katanya.

"Jadi ketika orang-orang melihat bahwa Ukraina berperang, bahwa Ukraina tidak menyerah, banyak yang merasa termotivasi untuk bergabung dalam pertempuran dan membawa Rusia untuk bertanggung jawab atas invasinya," lanjutnya


Sementara itu, diplomat top Ukraina tersebut mengaku memahami keinginan orang asing untuk berkontribusi di lapangan, yang paling penting adalah menerima "dukungan berkelanjutan, politik, ekonomi dan militer" dari seluruh dunia.

"Dan kami membutuhkan kepemimpinan AS dalam latihan ini, dengan fokus khusus pada pertahanan udara," kata Kuleba.

Untuk diketahui, akhir bulan lalu, pada awal invasi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memang sempat secara terbuka mengundang orang asing ke negaranya untuk membentuk bagian dari 'Legiun Internasional'. Mereka diminta bergabung untuk berperang berdampingan dengan Ukraina melawan Rusia.

Relawan diundang untuk melamar di kedutaan Ukraina di negara masing-masing. Denmark telah memberikan lampu hijau bagi warganya untuk mengangkat senjata di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss memberikan izin serupa kepada warga negara Inggris, tetapi dia dibantah pada Minggu oleh kepala angkatan bersenjata negara itu Laksamana Tony Radakin, yang mengatakan "melanggar hukum dan tidak membantu" bagi warga Inggris untuk berperang melawan Rusia di Ukraina.

Thursday, March 3, 2022

Thursday, March 03, 2022

Puluhan Pria Jepang Tawarkan Diri untuk Ikut Lawan Rusia di Ukraina

Negaratoto - Keiichi Kurogi adalah salah satu dari puluhan pria di Jepang yang menawarkan diri untuk bergabung dengan "legiun internasional" untuk melawan pasukan Rusia setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta para relawan maju.

Dilansir dari Reuters dan Channel News Asia, Kamis (3/3/2022), Kurogi, seorang pekerja kantoran berusia 39 tahun, mengatakan kepada Reuters bahwa dia menelepon Kedutaan Ukraina di Jepang pada Senin (28/2) lalu setelah melihat permintaan Ukraina soal relawan tersebut di Twitter.

"Ketika saya melihat gambar pria-pria dan wanita tua di Ukraina memegang senjata dan maju ke depan, saya merasa saya harus menggantikan mereka," katanya.

Namun, Kedutaan Ukraina menolak tawaran Kurogi untuk bertarung, dengan alasan bahwa dia tidak memiliki pengalaman militer yang diperlukan.


Surat kabar Jepang, Mainichi Shimbun, yang mengutip sebuah perusahaan Tokyo yang menangani para relawan, melaporkan pada Selasa (1/3) bahwa 70 pria Jepang -- termasuk 50 mantan anggota militer Jepang dan dua veteran Legiun Asing Prancis - telah melamar menjadi sukarelawan.

eorang juru bicara Kedutaan Besar Ukraina mengakui menerima telepon dari orang-orang yang "ingin berjuang untuk Ukraina", tetapi dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelumnya, sebuah posting media sosial 28 Februari dari Kedutaan Besar Ukraina di Jepang berterima kasih kepada warga Jepang atas banyak pertanyaan mereka tentang menjadi sukarelawan. Namun, kedutaan menambahkan ketentuan untuk menjadi relawan.

"Setiap kandidat untuk ini harus memiliki pengalaman di Pasukan Pertahanan Jepang atau telah menjalani pelatihan khusus," katanya.

Sebelumnya, pemerintah Jepang telah menyerukan warga negaranya untuk menunda perjalanan ke Ukraina dengan alasan apa pun. Seruan ini ditegaskan kembali pada hari Rabu (2/3) oleh Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, yang mengatakan bahwa dia mengetahui laporan tentang para relawan tersebut.

"Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk seluruh Ukraina dan kami ingin orang-orang menghentikan semua perjalanan ke Ukraina, terlepas dari tujuan kunjungan mereka," katanya dalam konferensi pers.