Breaking

Showing posts with label Kerajaan Inggris. Show all posts
Showing posts with label Kerajaan Inggris. Show all posts

Wednesday, September 21, 2022

Wednesday, September 21, 2022

Pangeran George-Putri Charlotte Ambil Peran Di Pemakaman Ratu, Penampilan Beda Curi Perhatian


Kedua Cicit Ratu Elizabeth Itu Berjalan Di Dalam Westminster Abbey Dengan Diapit Orangtua Mereka. Pangeran William Berdiri Di Sisi Pangeran George, Sedangkan Kate Middleton Berdiri Di Sisi Putri Charlotte.

NEGARATOTO - Kedua cicit Ratu Elizabeth II yang masih kecil turut dilibatkan dalam pemakaman kenegaraannya pada Senin (19/9) hari ini. Pangeran George (9) dan Putri Charlotte (7) menjadi pelayat termuda yang mengikuti peti mati Ratu Elizabeth yang diusung di dalam Westminster Abbey.

Seperti pelayat lainnya, Putri Charlotte mengenakan gaun hitam dan juga topi bertepi lebar. Sedangkan Pangeran George tampil berbeda dan tidak mengenakan pakaian hitam. Pangeran cilik yang yang kini menjadi pewaris takhta kedua itu tampak dewasa dengan setelan biru tua dan dasi hitam.

Kedua cicit Ratu Elizabeth itu berjalan di dalam Westminster Abbey dengan diapit kedua orangtua mereka. Pangeran William berdiri di sisi Pangeran George, sedangkan Putri Catherine (Kate Middleton) berdiri di sisi Putri Charlotte.

Pangeran George dan Putri Charlotte baru saja mulai bersekolah di Berkshire hanya beberapa hari sebelum Ratu Elizabeth menghembuskan napas terakhir. Pasangan kakak beradik tersebut akhirnya bergabung dengan rombongan inti kerajaan dalam iring-iringan di Westminster Abbey hari ini. Adik laki-laki mereka yang baru berusia 4 tahun, Pangeran Louis, tidak ikut menghadiri pemakaman sang nenek buyut.

Adapun peran Pangeran George dan Putri Charlotte dalam upacara pemakaman Ratu Elizabeth baru diumumkan pada Minggu (18/9) malam. Keputusan tersebut dipastikan telah menjadi bahan pertimbangan yang cukup besar.

Pada hari Minggu, dilaporkan bahwa kehadiran Pangeran George dan Putri Charlotte disarankan oleh "penasihat istana senior". Seorang pejabat anonim mengatakan kehadiran Pangeran George akan diinginkan "jika hanya untuk meyakinkan bangsa tentang urutan suksesi".

Pada pemakaman kenegaraan untuk raja sebelumnya, cucu, apalagi cicit, biasanya tidak memainkan peran formal. Namun masa pemerintahan Ratu Elizabeth selama 70 tahun dan umur panjangnya agaknya telah membuahkan perubahan tersebut.


Monday, September 19, 2022

Monday, September 19, 2022

Pangeran Harry Disebut Baru Dikabari Ratu Elizabeth II Meninggal 5 Menit Sebelum Pengumuman Publik

 

Raja Charles III Disebut Menelepon Putranya Sesaat Sebelum Mendarat Di Skotlandia. Yang Mana, Itu Hanya Beberapa Menit Sebelum Buckingham Merilis Pengumuman Resmi.

NEGARATOTO - Banyak hal menjadi sorotan selama kematian Ratu Elizabeth II, termasuk sorotan publik terhadap cucunya, Pangeran Harry, yang meninggalkan kehidupan kerajaan dan pindah ke Amerika beberapa waktu lalu.

Kini, sebuah klaim baru muncul terkait bagaimana Harry menerima kabar kematian neneknya. Menurut The Telegraph, telah terungkap bahwa Harry diberitahu tentang meninggalnya ratu hanya lima menit sebelum publik mengetahuinya.

Publikasi itu mengklaim Raja Charles III menelepon putranya untuk menyampaikan berita itu sesaat sebelum dia mendarat di Aberdeen, Skotlandia. Yang mana, itu hanya beberapa menit sebelum Istana Buckingham merilis pengumuman resmi. Kendati begitu, klaim ini dengan cepat ditampik oleh pihak kerajaan.

Kepada The Telegraph, sumber dari pihak kerajaan menegaskan jika Harry diperlakukan tidak berbeda dari anggota keluarga lainnya. Selain itu, juga tidak memungkinkan baginya untuk tetap berhubungan secara teratur dengan semua orang menjelang kematian Ratu.

"Semua orang berusaha untuk mencapai tempat yang mereka inginkan. Itu fokusnya," kata sumber itu. "Dan Raja bersikeras bahwa pernyataan resmi tidak boleh dirilis sampai semua anggota keluarga diberitahu. Itu adalah seorang ayah yang berbicara karena dia peduli."

Anggota keluarga kerajaan dilaporkan diberitahu tentang kesehatan Ratu yang sakit pada malam sebelum kematiannya. Namun, kondisinya saat itu tidak dianggap cukup mengerikan untuk membuat semua orang datang ke samping tempat tidurnya.

Namun hal ini dilaporkan berubah keesokan paginya. Charles III segera memberitahu kedua putranya bahwa mereka perlu segera datang ke Skotlandia. Publikasi mengklaim Harry dilaporkan menerima panggilan ini beberapa saat setelah William, sehingga sulit bagi para pembantunya untuk menemukan penerbangan menit terakhir.

Alhasil, dia baru bisa berangkat dari Bandara Luton di Bedfordshire pada pukul 17.35, yang dilaporkan satu jam setelah Perdana Menteri Inggris Liz Truss diberitahu tentang kematian Ratu.

Friday, September 9, 2022

Friday, September 09, 2022

Sederet Ucapan Duka Pemimpin Dunia Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II, Joe Biden Hingga Putin

 

Kabar Meninggalnya Ratu Elizabeth II Membuat Dunia Berduka. Ucapan Belasungkawa Pun Datang Dari Para Pemimpin Dunia Mulai Dari Presiden AS Joe Biden Hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.

NEGARATOTO - Kabar duka datang dari Royal Family, Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia di usianya yang ke-96 tahun. Sebelum Ratu Elizabeth II meninggal, kondisi kesehatannya diketahui memburuk.

Para pemimpin dunia lantas menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Ucapan duka ini datang dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi yang menyebut Ratu Elizabeth II sebagai "pendukung zaman kita". "Dia mempersonifikasikan martabat dan kesopanan dalam kehidupan publik," ujar Modi.

Duka pun menyelimuti Royalti di seluruh Eropa atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. "Hidupnya menjadi contoh bagi kita semua dan akan tetap menjadi warisan yang kokoh dan berharga bagi generasi mendatang," ucapan duka Raja Spanyol Felipe VI dalam telegram yang dikirim kepada putra sulung Ratu Elizabeth II, yang kini dikenal sebagai Raja Charles III.

"Kami akan sangat merindukannya," lanjut Raja Felipe VI yang berbicara untuk dirinya sendiri dan istrinya. Kemudian Royalti selanjutnya yang menyampaikan duka adalah Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia.

Raja Carl XVI Gustaf menyebutnya "kehadiran yang kostan, tidak hanya di masyarakat Inggris, tetapi juga secara internasional." Sementara Raja Harald dari Norwegia mengatakan bahwa selama "hampir satu abad, Yang Mulia mengabdikan hidupnya untuk melayani Persemakmuran, mengikuti rakyat Inggris melalui hari-hari baik dan buruk, di saat suka dan duka."

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat kabar meninggalnya Ratu Elizabeth II dari penasehat senior selama pertemuan di Kantor Oval. Biden kemudian menyampaikan dukanya.

"Elizabeth, yang telah bertemu lebih dari selusin Presiden Amerika, adalah seorang negarawan dengan martabat dan keteguhan yang tak tertandingi yang memperdalam aliansi dasar antara Inggris dan Amerika Serikat," ucapan duka Biden serta istrinya, Jill Biden dalam sebuah pernyataan. "Dia mendefinisikan sebuah era."

Setelah menyampaikan duka melalui sebuah pernyataan, Biden dan istrinya kemudian menuju Kedutaan Besar Inggris untuk menyampaikan belasungkawa. "Kami berduka untuk kalian semua. Dia adalah wanita yang hebat," ucap Biden kepada staff kedutaan.

Kemudian, Prancis yang merupakan saingan bersejarah Inggris dan sekutu kontemporer juga ikut menghormati kematian Ratu Elizabeth II dengan bendera di Istana Kepresidenan dan gedung-gedung publik diperintahkan diturunkan menjadi setengah tiang pada Jumat (9/9).

Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan memuji "otoritas moralnya yang tidak dapat diubah" dan pengetahuannya yang mendalam tentang bahasa Prancis. Ia kemudian mengatakan tidak ada penguasa asing lain yang mengunjungi Istana Kepresidenan lebih baik daripada Ratu Elizabeth II, yang mana juga mengenal delapan Presiden Prancis kontemporer.

"Wanita yang berdiri di samping raksasa abad ke-20 di jalan sejarah telah pergi untuk bergabung dengan mereka," ucap Macron dalam sebuah pernyataan.

Selanjutnya, ucapan duka datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengirim telegram ke Raja Charles III. "Selama beberapa dekade, Elizabeth II berhak menikmati cinta dan rasa hormat dari rakyatnya, serta otoritas di panggung dunia. Saya berharap Anda memiliki keberanian dan ketekunan dalam menghadapi kehilangan yang berat dan tidak dapat diperbaiki ini," ucap Putin.

Friday, September 09, 2022

Telah Naik Takhta Usai Ratu Elizabeth II Meninggal, Raja Charles III Belum Dinobatkan Secara Resm

Pangeran Charles Selaku Putra Tertua Ratu Elizabeth II Telah Naik Takhta Setelah Sang Ibunda Meninggal Dunia. Kini Pangeran Charles Telah Menjadi Raja Baru Inggris Yang Dikenal Sebagai Raja Charles III.

NEGARATOTO - Setelah meninggalnya Ratu Elizabeth IIPangeran Charles yang merupakan putra sulungnya pun naik takhta. Bahkan hal ini juga telah disuratkan secara langsung oleh situs resmi kerajaan. Raja baru Inggris ini nantinya dikenal sebagai Raja Charles III.

Di samping itu, mengenai Pangeran Charles yang naik takhta itu sendiri juga sesuai dengan aturan monarki Inggris yang menyatakan bahwa "penguasa baru naik takhta segera setelah pendahulunya meninggal." Hal ini lantas menandakan bahwa Pangeran Charles, langsung menjadi Raja setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II.

Meski telah naik takhta, namun masih membutuhkan waktu selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama sebelum akhirnya Pangeran Charles secara resmi dinobatkan sebagai Raja. Hal ini juga dialami oleh sang ibunda, Ratu Elizabeth II yang penobatannya baru digelar pada 2 Juni 1953, atau 16 bulan setelah aksesinya pada 6 Februari 1952, saat ayahnya, Raja George VI meninggal.

Berdasarkan informasi yang didapat dari The Associated Press, adapun formalitas yang terjadi setelah Charles naik takhta adalah dalam kurun waktu 24 jam setelah kematian seorang raja, maka seorang penguasa baru diumumkan secara resmi sesegera mungkin di Istana St. James di London oleh "Dewan Aksesi".

Dalam hal itu, terdiri dari pejabat Dewan Penasihat, yang mencakup Menteri Kabinet Senior, Hakim, dan pemimpin Gereja Inggris yang dipanggil ke Istana untuk pertemuan tersebut. Lalu, Parlemen dipanggil kembali untuk anggota parlemen guna mengambil sumpah setia mereka kepada raja baru.

Selanjutnya, Raja baru akan bersumpah di hadapan Dewan Penasihat di Istana St. James untuk mempertahankan Gereja Skotlandia, menurut Act of Union tahun 1707. Sementara untuk Proklamasi kedaulatan baru kemudian dibacakan di depan umum di Istana St. James, serta di Edinburgh, Cardiff dan Belfast, ibu kota dari empat negara yang membentuk Britania Raya.

Dengan begitu, Charles harus menyatakan kepada Parlemen pada hari pertama sesinya setelah aksesi, atau pada penobatan, mana yang lebih dulu, bahwa ia adalah seorang Protestan yang setia. Sumpah tersebut diamanatkan oleh Accession Declaration Act tahun 1910.

Selain itu, Charles juga harus mengambil sumpah penobatan seperti yang ditentukan oleh Undang-Undang Sumpah Penobatan tahun 1689, Undang-undang Penyelesaian tahun 1701 dan Undang-Undang Deklarasi Aksesi. Lalu ia juga arus berada dalam persekutuan dengan Gereja Inggris, sebuah aturan fleksibel yang memungkinkan Raja George I dan Raja George II untuk memerintah meskipun mereka Lutheran.