Breaking

Showing posts with label Hipersonik. Show all posts
Showing posts with label Hipersonik. Show all posts

Thursday, June 2, 2022

Thursday, June 02, 2022

Pesawat Terbesar Sejagat Siap Angkut Hipersonik, Wusssh!


Negaratoto - Stratolaunch Roc, pesawat terbesar sejagat siap mengangkut kendaraan hipersonik di 'pundaknya'. Bila ini berhasil, maka Roc akan berada di the next level.

Pesawat yang dirancang oleh mendiang pendiri Microsoft Paul Allen ini, baru saja melakukan melakukan uji penerbangan yang kelima dan itu sukses. Keberhasilan tersebut mengetes Roc ke level lebih tinggi lagi.

Perusahaan yang berbasis di Mojave, California, AS, ini pada 26 Mei kemarin secara struktural telah merampungkan kendaraan uji Talon-A atau TA-0. Penerbangan Roc di masa depan akan merilis TA-0 yang tidak bertenaga untuk menilai sistem Roc sudah sejauh mana.

"Setelah menyelesaikan pengujian pemisahan TA-0, perusahaan akan beralih menerbangkan kendaraan uji hipersonik pertamanya, TA-1," ujar Stratolaunch dalam pernyataannya seperti dilansir dari Space, Selasa (31/5/2022).

Stratolaunch belum lama ini memamerkan kendaraan uji pemisahan Talon-A yang disatukan dengan pesawat pengangkut Roc.

"Tim juga telah memulai fabrikasi kendaraan ketiga, TA-2, kendaraan uji hipersonik pertama yang sepenuhnya dapat digunakan kembali," kata Stratolaunch menambahkan.


Semula, Stratolaunch akan melakukan uji jatuh pertama dengan Roc dan Talon-A pad awal 2022, tetapi perusahaan mengungkapkan bahwa sekarang fokus pada kemampuan operasional penuh pada pertengahan hingga akhir tahun 2023.

TA-0 harus melakukan penerbangan captive carry akhir tahun ini, yang berarti kendaraan akan diuji di bawah Roc untuk melihat bagaimana hal itu mempengaruhi dinamika penerbangan dari pesawat pengangkut sebesar 117 meter itu.

Ketika pesawat ini dibuat untuk peluncuran satelit di udara. Tetapi, ketika pindah ke pemilik dari mendiang Paul Allen ke tangan empunya yang anyar, ingin Roc dapat membawa kendaraan hipersonik yang dapat melesat lima kali kecepatan suara.

Sebab, Rusia dan China memfokuskan pengembangan hipersonik. Amerika Serikat juga tak ingin tinggal diam yang nanti bisa dimanfaatkan berbagai program militer Paman Sam ini.

Dengan pengujian ini, Stratolaunch yang mengembangkan pesawat terbesar sejagat itu dapat menyelesaikan program uji hipersonik yang memungkinkan hasil apik bagi pengembangan teknologi, penelitian sains, atau mendemonstrasikan komponen kunci yang membutuhkan berkecepatan tinggi.

Baca artikel detikinet, "Pesawat Terbesar Sejagat Siap Angkut Hipersonik, Wusssh!" 

Wednesday, May 18, 2022

Wednesday, May 18, 2022

Awas PD III Kejadian, AS Sukses Uji Rudal Hipersonik


Negaratoto - Amerika Serikat (AS) berhasil melakukan pengujian rudal hipersonik terbarunya, akhir pekan kemarin. Ini terungkap dalam pernyataan Angkatan Udara AS yang dimuat Al-Jazeera, Selasa (17/5/2022).

Rudal itu dilepaskan dengan bantuan pembom B-52 melepaskan Senjata Respons Cepat yang Diluncurkan Udara (ARRW). Pengujian itu disebutkan dilakukan di wilayah California Selatan.

"Setelah pemisahan dari pesawat, booster ARRW menyala dan terbakar selama durasi yang diharapkan, mencapai kecepatan hipersonik lima kali lebih besar dari kecepatan suara," kata keterangan itu.

AS sendiri saat ini cukup berfokus pada pengembangan rudal super cepat itu. Pada bulan Maret lalu Washington berhasil melakukan uji rudal hipersonik.


Selain itu, aliansi AUKUS yang dipimpin Washington yang juga mencakup Inggris dan Australia, juga telah mengumumkan rencana untuk bekerja sama mengembangkan senjata berkecepatan tinggi. AS bahkan akan membantu membuat kapal nuklir untuk Australia.

Pengujian ini sendiri dilakukan saat AS bersitegang dengan Rusia terkait serangan Moskow ke Ukraina. Negara pimpinan Presiden Joe Biden itu menganggap serangan itu merupakan serangan ilegal.

Tak hanya itu, AS bersama sekutu Baratnya juga menerapkan sanksi ekonomi kepada negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu. Hal ini membuat Putin meradang.

Putin dilaporkan telah meminta militer untuk mengaktifkan kekuatan nuklir dalam keadaan siaga. Putin mengatakan ini merupakan respon bagi negara-negara yang digambarkannya sebagai 'tidak bersahabat.'

Tak hanya itu, Putin juga sebelumnya sempat menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya. Senjata yang diberi nama Sarmat itu merupakan salah satu ICBM paling mematikan di dunia dengan nama RS-28 Sarmat.

Rudal itu memiliki berat luncur hingga 208,100 megaton. Sarmat mampu mengenai target sejauh 18 ribu kilometer.

Thursday, May 12, 2022

Thursday, May 12, 2022

Jenderal AS Remehkan Rudal Hipersonik Rusia: Dampaknya Minim


Negaratoto - Rusia telah menembakkan beberapa rudal hipersonik yang menghancurkan targetnya di Ukraina. Namun militer Amerika Serikat menilai senjata hipersonik Rusia sejauh ini tidak ampuh atau berdampak besar dalam peperangannya dengan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengakui telah menggunakan rudal hipersonik bernama Kinzhal. Terbaru, juru bicara militer Ukraina untuk wilayah Odesa, Sergey Bratchuk mengumumkan 3 rudal Khinzal ditembakkan dari pesawat tempur Rusia. Sasarannya adalah infrastruktur pariwisata.

Bisa dibilang, ini adalah rudal tercanggih Rusia saat ini. Rudal hipersonik artinya mengalahkan kecepatan suara sedikitnya lima kali lipat atau Mach 5. Rudal hipersonik bisa diubah arahnya meski sudah diterbangkan dan bermanuver dengan lincahnya. Ia dapat mengelabui radar.


Jenderal Mark Milley dari militer AS menilai rudal itu biasa-biasa saja dan tidak mengubah jalannya perang. "Rusia sudah menggunakan beberapa rudal hipersonik," katanya saat berbicara di parlemen AS seperti dikutip dari The Hill.

"Faktor menonjol rudal ini adalah kecepatannya, tapi selain itu, dalam soal dampaknya pada target, kami tidak melihat dampak yang sangat signifikan sejauh ini terkait jumlah kecil rudal hipersonik yang dipakai Rusia," tambah dia.

Dilaporkan bahwa Rusia sudah menembakkan antara 10 sampai 12 rudal hipersonik sejak permulaan invasi ke Ukraina pada 24 Februari silam. Ini adalah pertama kalinya senjata semacam itu dipakai dalam suatu perang.

Rudal hipersonik Rusia yang menyerang Ukraina ini ditembakkan dari udara, kemungkinan dari pesawat perang MIG-31. Dapat pula dilancarkan dari kapal atau kapal selam, dan bisa membawa hulu ledak nuklir.

Rudal hipersonik Kinzhal dapat menembak sasaran sampai sejauh 2.000 kilometer. Sebagai contoh, jika rudal ini ditaruh di Kota Kaliningrad, dia bisa menjangkau Kota Berlin di Jerman yang jaraknya kurang dari 600 kilometer.