Breaking

Showing posts with label Darurat. Show all posts
Showing posts with label Darurat. Show all posts

Tuesday, August 2, 2022

Tuesday, August 02, 2022

Alami Kerusakan Mesin, Boeing 777 Mendarat Darurat di Tokyo


Negaratoto - Sebuah pesawat maskapai Japan Airlines melakukan pendaratan darurat di Tokyo, Jepang. Pendaratan darurat ini dilakukan setelah pesawat jenis Boeing 777 itu dilaporkan mengalami kerusakan mesin.

Seperti dilansir Bernama, Selasa (2/8/2022), laporan Sputnik yang mengutip laporan Kyodo News menyebut pesawat maskapai Japan Airlines itu mendarat darurat di Bandara Haneda, Tokyo, pada Selasa (2/8) pagi waktu setempat.

Menurut sejumlah outlet media Jepang, insiden itu terjadi sesaat usai pesawat baru lepas landas dari Tokyo. Pesawat itu dilaporkan tengah terbang menuju kota Naha sebelum melakukan pendaratan darurat di Tokyo.


Laporan media menyebut pesawat mengalami malfungsi pada salah satu mesinnya.

Pesawat yang disebut membawa sekitar 300 penumpang di dalamnya itu, berhasil mendarat darurat dengan selamat di Tokyo. Tidak ada laporan korban luka dalam pendaratan darurat itu.

Pesawat jenis Boeing 777 merupakan pesawat penumpang dengan mesin ganda, yang memungkinkan pesawat melakukan pendaratan dengan aman bahkan dengan hanya satu mesin yang berfungsi.

Pesawat itu dirancang oleh perusahaan terkemuka AS, Boeing, tahun 1993 lalu.

Saturday, May 28, 2022

Saturday, May 28, 2022

Vanuatu Umumkan Keadaan Darurat Iklim: Kita dalam Bahaya!


Negaratoto - Parlemen Vanuatu mengumumkan keadaan darurat iklim. Perdana Menteri negara pulau dataran rendah itu mengumumkan biaya US$ 1,2 miliar untuk meredam dampak perubahan iklim di negaranya.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (28/5/2022), berbicara kepada parlemen Vanuatu di Port Vila pada hari Jumat (27/5) waktu setempat, Perdana Menteri Bob Loughman mengatakan kenaikan permukaan air laut dan cuaca buruk sudah berdampak parah pada negara Pasifik itu -- menyoroti dua topan tropis yang menghancurkan dan kekeringan yang melanda dalam dekade terakhir.

"Bumi sudah terlalu panas dan tidak aman," kata Loughman.

"Kita dalam bahaya sekarang, bukan hanya di masa depan," imbuhnya.


Parlemen dengan suara bulat mendukung mosi tersebut. Langkah ini mengikuti deklarasi serupa oleh puluhan negara lain, termasuk Inggris, Kanada, dan tetangga Pasifik Selatan, Fiji.

"Tanggung jawab Vanuatu adalah mendorong negara-negara yang bertanggung jawab untuk menyesuaikan tindakan dengan ukuran dan urgensi krisis," kata pemimpin Vanuatu itu.

"Penggunaan istilah darurat adalah cara untuk menandakan perlunya melampaui reformasi seperti biasa," tutur Loughman.

Pengumuman tersebut merupakan bagian dari "dorongan diplomasi iklim" menjelang voting PBB atas permohonan pemerintahnya agar Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) bergerak untuk melindungi negara-negara yang rentan dari perubahan iklim.